Pertemuan kali ini masih mengupas
tentang bagaimana membangkitkan keinginan atau minat untuk jadi penulis.
Di antara penyebab orang tidak
berminat jadi penulis adalah pola pikirnya sendiri yang mengatakan bahwa
menulis itu susah. Manakala kata susah itu sudah mendarah daging, walau seribu
orang mengatakan menulis itu mudah, ia akan tetap pada pendiriannya bahwa menulis
itu susah.
Motivasi dari luar diri hanya
sebatas memberikan arahan dan gambaran. Penyudahnya adalah diri sendiri. Ketika
kita mau sedikit membuka diri dan mau menerima motivasi dari orang lain bahwa
menulis itu mudah, kita akan suka rela mengubah pola pikir yang kurang bagus
itu.
Selama kita tidak mau mengubah
pola pikir yang negatif itu, selama itu pula kita tidak akan jadi penulis. Ada
penulis yang umurnya belasan tahun, sebut saja namanya Alya. Di tahun 2009 ia
berumur sebelas tahun. Ia sudah menghasilkan novel anak yang ketiga, Senyum
Monalisa. Saya bisa memastikan pola pikir pertama sebelum ia berkarya sama saja
dengan kita bahwa menulis itu susah. Namun, ia bisa mengatasinya dengan
semangat pantang menyerah. Dan, semangat pantang menyerah itu baru bisa didapat
manakala ia mampu keluar dari pola pikir yang kurang bagus itu. Ia mampu
mengatasi kesulitannya dengan langkah tepat yakni mengubah pola pikirnya dari
negatif kepada pola pikir positif.
Berpikir negatif dalam ranah
agama disebut syuuzhan. Apa yang
disangkakan itulah yang kita dapat. Kalau kita berpikir menulis itu susah, ya
dikabul deh menulis itu bakalan susah. Begitu sebaliknya jika kita berpikir
positif, berkeyakinan bahwa menulis itu mudah, pasti dimudahkan juga.
Kalau memang Anda berkeinginan
jadi penulis, jangan sampai ada dalam pikiran Anda bahwa menulis itu susah.
Pupuklah terlebih dahulu dalam pikiran Anda bahwa menulis itu mudah. Lalu
yakinlah Anda bisa melakukannya. Katakanlah, aku harus bisa, aku yakin bisa,
menulis itu mudah.
Hanya dengan
pola pikir positif begitu sajakah kita bisa jadi penulis? Tentu tidak. Ini baru
tahap pemanasan untuk menghidupkan keinginan untuk jadi penulis. Jika kita
menginginkan sesuatu, tentu saja untuk mendapatkan mesti kita kejar, bergerak
ke arah itu yakni dengan melakukan. Percuma kan kita mengatakan menulis itu
mudah, tapi orangnya tidak menulis. Oleh karena itu, buktikan bahwa menulis itu
mudah dengan melakukan.
Pembicaraan
kita di sini baru pembekalan bahwa untuk bisa jadi penulis itu mesti berkeyakinan
dulu karena ini cukup berpengaruh pada sikap dan tindakan kita dalam mewujudkan
impian jadi penulis.
Saya
cukupkan dulu pembahasan hari ini ya, insyaallah minggu depan kita sambung
lagi. Semoga manfaat. [Haderi Ideris]
