Pages

Ads 468x60px

Minggu, 17 April 2016

HADERI IDERIS: PENTINGNYA POLA PIKIR POSITIF


Pertemuan kali ini masih mengupas tentang bagaimana membangkitkan keinginan atau minat untuk jadi penulis.

Di antara penyebab orang tidak berminat jadi penulis adalah pola pikirnya sendiri yang mengatakan bahwa menulis itu susah. Manakala kata susah itu sudah mendarah daging, walau seribu orang mengatakan menulis itu mudah, ia akan tetap pada pendiriannya bahwa menulis itu susah.

Motivasi dari luar diri hanya sebatas memberikan arahan dan gambaran. Penyudahnya adalah diri sendiri. Ketika kita mau sedikit membuka diri dan mau menerima motivasi dari orang lain bahwa menulis itu mudah, kita akan suka rela mengubah pola pikir yang kurang bagus itu.

Selama kita tidak mau mengubah pola pikir yang negatif itu, selama itu pula kita tidak akan jadi penulis. Ada penulis yang umurnya belasan tahun, sebut saja namanya Alya. Di tahun 2009 ia berumur sebelas tahun. Ia sudah menghasilkan novel anak yang ketiga, Senyum Monalisa. Saya bisa memastikan pola pikir pertama sebelum ia berkarya sama saja dengan kita bahwa menulis itu susah. Namun, ia bisa mengatasinya dengan semangat pantang menyerah. Dan, semangat pantang menyerah itu baru bisa didapat manakala ia mampu keluar dari pola pikir yang kurang bagus itu. Ia mampu mengatasi kesulitannya dengan langkah tepat yakni mengubah pola pikirnya dari negatif kepada pola pikir positif.

Berpikir negatif dalam ranah agama disebut syuuzhan. Apa yang disangkakan itulah yang kita dapat. Kalau kita berpikir menulis itu susah, ya dikabul deh menulis itu bakalan susah. Begitu sebaliknya jika kita berpikir positif, berkeyakinan bahwa menulis itu mudah, pasti dimudahkan juga.

Kalau memang Anda berkeinginan jadi penulis, jangan sampai ada dalam pikiran Anda bahwa menulis itu susah. Pupuklah terlebih dahulu dalam pikiran Anda bahwa menulis itu mudah. Lalu yakinlah Anda bisa melakukannya. Katakanlah, aku harus bisa, aku yakin bisa, menulis itu mudah.

Hanya dengan pola pikir positif begitu sajakah kita bisa jadi penulis? Tentu tidak. Ini baru tahap pemanasan untuk menghidupkan keinginan untuk jadi penulis. Jika kita menginginkan sesuatu, tentu saja untuk mendapatkan mesti kita kejar, bergerak ke arah itu yakni dengan melakukan. Percuma kan kita mengatakan menulis itu mudah, tapi orangnya tidak menulis. Oleh karena itu, buktikan bahwa menulis itu mudah dengan melakukan.

Pembicaraan kita di sini baru pembekalan bahwa untuk bisa jadi penulis itu mesti berkeyakinan dulu karena ini cukup berpengaruh pada sikap dan tindakan kita dalam mewujudkan impian jadi penulis.

Saya cukupkan dulu pembahasan hari ini ya, insyaallah minggu depan kita sambung lagi. Semoga manfaat. [Haderi Ideris]




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter