Pages

Ads 468x60px

Jumat, 25 Maret 2016

ANGIN KEMBARA, SEBUAH KITAB PUISI PERSEMBAHAN ANGGI PUTRI

ANGIN KEMBARA
- KITAB PUISI -


 
Penulis: Anggi Putri
Penyunting: Nasta’in Achmad
Penyelaras Akhir: Tim Pustaka Kata
Tata Letak: Tim Pustaka Kata
Desain Sampul: Ali Wirasatriaji

Diterbitkan oleh:
Penerbit Pustaka Kata
Jalan Rambutan No. 19 RT 05 RW 04 Mojoagung,
Jombang-Jawa Timur
Telp/Hp (085731098775/085787056787)
Email: pustakakata@gmail.com

Cetakan Pertama, Juni 2015
xxv + 110 hlm: 13 cm x 19 cm
ISBN: 978-602-0855-63-9

Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh
Isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit.



Sekapur Sirih

ANGGI PUTRI hanya saya kenali sebagai rakan Facebook untuk baru ketahui dia berbakat rencam. Dia penyair (dalam Simfoni Senja, 2014 dan Terali Hati, 2014); dia cerpenis (dalam Siluet Jingga, 2015); dia novelis (dalam Seperti Inikah Cinta?, 2014); dan dia penulis biografi (dalam Kelana Entah, 2015). Semua ini petunjuk luar biasa bakatnya sebagai calon sasterawan Indonesia pada usia menjelang 20 tahun.

Melalui buku kitab puisi Angin Kembara terungkap bakat diri sebagai penyair dengan keragaman garapan puisi, antaranya puisi prosa (pada “Pasca Hari itu”), bentuk tipografi (“Hati”), kerohanian (“Secangkir Muara rasa” dan “Malaikat Senja”), kritik sosial (“Tradisi”), gaya Haiku Indonesia (“Menafsir Sepi”), peribadi (“Merinduimu, Potret Jingga”), serta kisah sosial (“Pembelah Jalan Kota” dan “Lelaki Di Seberang Kota”). Kepelbagaian gaya berpuisi pada peringkat awal penulisan ini pasti mematang gaya puisinya  beridentitas Anggi Putri sekaligus terpeta pada indeks perpuisian Indonesia.

{Puzi Hadi, penyair dan deklamator Malaysia. Meraih juara pertama Sayembara Deklamasi Puisi Hari Kemerdekaan Malaysia, 1987. Antologi puisi terkini ialag Dot Dot Dot (E-Sastera, Kuala Lumpur, 2013) dan buku esei Aktivis dan Aktivitas E-Sastra Malaysia (EsMe Indo, Jakarta, 2014)}

***

“Kalau Agus R. Sardjono membuat naskah drama berjudul Atas Nama Cinta. Anggi dalam kumpulan puisinya berproses dengan  penuh cinta. Cinta akan  manusia, negara, alam dan sesuatu yang ada.

{M. Maksum, cerpenis dan penikmat sastra tinggal di pinggiran utara Kediri}

***

“Puisi adalah ruang meditasi bukan hanya bagi pembaca, namun juga bagi penulisnya yang selalu meluas dan tak habis-habisnya mecuatkan imaji yang tak pernah kering. Lewat kumpulan puisi ini, Anggi Putri menasbihkan itu. Ia berikhtiar mengeksplorasi peristiwa hidupnya seiring dengan riak hati dan mendung kalbunya. Dan saya yakin ia tidak akan berhenti saja di situ. Seperti sebuah muara ia akan mengalir menuju kemungkinan-kemungkinan puitika yang belum dirambahnya untuk menjadikannya ruang eksplorasi baru”

{Fileski, Penyair Sayat Biola, Penulis Kitab Puisi Negeri Kertas}

***

“Anggi Putri adalah  penulis muda yang  kreatif dan punya bakat di bidang karya kreatif. Dia selain punya bakat menulis prosa juga punya bakat menulis puisi. Di usianya yang muda, khususnya di karya-karya puisi tampak tidak ada kegamangan dalam berkreasi mengolah kata, mengolah diksi. Larik demi larik, baris demi baris membentuk jalinan puisi yang kental, bernas, sehingga sublimitas puisi-puisinya begitu berasa. Tak ada satu pun dari puisinya yang terkumpul dalam kumpulan puisi ini yang terjebak pada jenis puisi dhiapan. Satu hal lagi, walaupun seorang Anggi sedang mencari ciri khas bentuk ekspresi puisi tetapi dia sangat menguasai alat retorik yang menjadi tuntutan dalam menulis puisi.

Puisi-puisi yang ditulis Anggi ini pun tak ada satu pun yang terjebak pada penulisan puisi yang abstrak. Jalinan kata-kata simbolik yang terangkai tetaplah membangkitkan asosiasi pada pembaca. Semakin berulang kita baca puisi yang ia tulis justru menyembulkan asosiasi yang kian berkembang sehingga kedalaman makna, kedalaman  muatan filosofi yang dapat kita tangkap semakin terkuak.

Hal ini berarti dapat kita baca bahwa dalam diri Anggi telah memiliki kemampuan lebih dalam memilih dan menata diksi sehingga ada kesatuan makna yang utuh pada setiap puisi yang dia tulis.

Semoga catatan saya ini mampu mengantarkan Anggi Putri pada dinamika penulisan puisi yang khas atau bisa menghasilkan ciri khas bentuk ekspresi  tanpa harus terjebak mengepigoni penyair-penyair lainnya. Salam  kreatif!

{Agung Pranoto, Penulis, Dosen Sastra Universitas Wijaya Kusuma Surabaya}


***

Bagi yang ingin memiliki buku ini, bisa membelinya dengan menghubungi Penerbit Pustaka Kata
 di nomor 085731098775/085787056787


Ingin karyamu dipublikasikan di Read Zone, klik caranya di sini
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter