ANGIN
KEMBARA
- KITAB PUISI -
Penulis: Anggi Putri
Penyunting: Nasta’in Achmad
Penyelaras Akhir: Tim Pustaka Kata
Tata Letak: Tim Pustaka Kata
Desain Sampul: Ali Wirasatriaji
Diterbitkan oleh:
Penerbit Pustaka Kata
Jalan Rambutan No. 19 RT 05 RW 04
Mojoagung,
Jombang-Jawa Timur
Telp/Hp (085731098775/085787056787)
Email: pustakakata@gmail.com
Cetakan Pertama, Juni 2015
xxv + 110 hlm: 13 cm x
19 cm
ISBN: 978-602-0855-63-9
Hak Cipta dilindungi oleh
Undang-undang
Dilarang memperbanyak
sebagian atau seluruh
Isi buku ini
tanpa izin tertulis dari Penerbit.
Sekapur Sirih
ANGGI PUTRI
hanya saya kenali sebagai rakan Facebook untuk baru ketahui dia berbakat
rencam. Dia penyair (dalam Simfoni Senja, 2014 dan Terali Hati, 2014); dia
cerpenis (dalam Siluet Jingga, 2015); dia novelis (dalam Seperti Inikah Cinta?,
2014); dan dia penulis biografi (dalam Kelana Entah, 2015). Semua ini petunjuk
luar biasa bakatnya sebagai calon sasterawan Indonesia pada usia menjelang 20
tahun.
Melalui
buku kitab puisi Angin Kembara terungkap bakat diri sebagai penyair dengan
keragaman garapan puisi, antaranya puisi prosa (pada “Pasca Hari itu”), bentuk
tipografi (“Hati”), kerohanian (“Secangkir Muara rasa” dan “Malaikat Senja”),
kritik sosial (“Tradisi”), gaya Haiku Indonesia (“Menafsir Sepi”), peribadi
(“Merinduimu, Potret Jingga”), serta kisah sosial (“Pembelah Jalan Kota” dan
“Lelaki Di Seberang Kota”). Kepelbagaian gaya berpuisi pada peringkat awal
penulisan ini pasti mematang gaya puisinya
beridentitas Anggi Putri sekaligus terpeta pada indeks perpuisian
Indonesia.
{Puzi Hadi, penyair dan deklamator
Malaysia. Meraih juara pertama Sayembara Deklamasi Puisi Hari Kemerdekaan
Malaysia, 1987. Antologi puisi terkini ialag Dot Dot Dot (E-Sastera, Kuala Lumpur, 2013) dan buku esei Aktivis dan Aktivitas E-Sastra Malaysia
(EsMe Indo, Jakarta, 2014)}
***
“Kalau Agus R. Sardjono membuat naskah drama berjudul Atas Nama Cinta. Anggi
dalam kumpulan puisinya berproses dengan penuh cinta. Cinta akan manusia,
negara, alam dan sesuatu yang ada.”
{M. Maksum, cerpenis dan penikmat sastra
tinggal di pinggiran utara Kediri}
***
“Puisi adalah ruang meditasi bukan hanya bagi pembaca, namun juga
bagi penulisnya yang selalu meluas dan tak habis-habisnya mecuatkan imaji yang
tak pernah kering. Lewat kumpulan puisi ini, Anggi Putri menasbihkan itu. Ia
berikhtiar mengeksplorasi peristiwa hidupnya seiring dengan riak hati dan
mendung kalbunya. Dan saya yakin ia tidak akan berhenti saja di situ. Seperti
sebuah muara ia akan mengalir menuju kemungkinan-kemungkinan puitika yang belum
dirambahnya untuk menjadikannya ruang eksplorasi baru”
{Fileski, Penyair Sayat
Biola, Penulis Kitab Puisi Negeri Kertas}
***
“Anggi
Putri adalah penulis muda yang kreatif dan punya bakat di bidang karya kreatif.
Dia selain punya bakat menulis prosa juga punya bakat menulis puisi. Di usianya
yang muda, khususnya di karya-karya puisi tampak tidak ada kegamangan dalam
berkreasi mengolah kata, mengolah diksi. Larik demi larik, baris demi baris
membentuk jalinan puisi yang kental, bernas, sehingga sublimitas puisi-puisinya
begitu berasa. Tak ada satu pun dari puisinya yang terkumpul dalam kumpulan
puisi ini yang terjebak pada jenis puisi dhiapan. Satu hal lagi, walaupun
seorang Anggi sedang mencari ciri khas bentuk ekspresi puisi tetapi dia sangat
menguasai alat retorik yang menjadi tuntutan dalam menulis puisi.
Puisi-puisi
yang ditulis Anggi ini pun tak ada satu pun yang terjebak pada penulisan puisi
yang abstrak. Jalinan kata-kata simbolik yang terangkai tetaplah membangkitkan
asosiasi pada pembaca. Semakin berulang kita baca puisi yang ia tulis justru
menyembulkan asosiasi yang kian berkembang sehingga kedalaman makna,
kedalaman muatan filosofi yang dapat
kita tangkap semakin terkuak.
Hal
ini berarti dapat kita baca bahwa dalam diri Anggi telah memiliki kemampuan
lebih dalam memilih dan menata diksi sehingga ada kesatuan makna yang utuh pada
setiap puisi yang dia tulis.
Semoga
catatan saya ini mampu mengantarkan Anggi Putri pada dinamika penulisan puisi
yang khas atau bisa menghasilkan ciri khas bentuk ekspresi tanpa harus terjebak mengepigoni
penyair-penyair lainnya. Salam kreatif!
{Agung Pranoto, Penulis, Dosen Sastra
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya}
***
Bagi yang ingin memiliki buku ini,
bisa membelinya dengan menghubungi Penerbit
Pustaka Kata
di nomor 085731098775/085787056787
Ingin karyamu dipublikasikan di Read Zone, klik caranya di sini
