Pages

Ads 468x60px

Sabtu, 26 Maret 2016

FADILAT AYAT KURSI DARI SEORANG PENCURI

         Kisah ini berawal di suatu malam, saat Abu Hurairah menjaga gudang zakat atas perintah Rasulullah SAW. Ketika itu, ada seorang laki-laki yang mengendap-endap hendak mencuri segenggam makanan. Abu Hurairah yang mengetahuinya pun segera menangkap pencuri itu. “Akan kuadukan kamu kepada Rasulullah,” gertak Abu Hurairah.

            Bukan main takutnya pencuri itu. Ia pun merengek-rengek minta dikasihani, “Aku ini orang miskin, keluarga yang jadi tanggunganku banyak, dan aku sangat membutuhkan makanan untuk keluargaku.”
            Karena kasihan, maka pencuri itu pun dilepaskan Abu Hurairah. Pikirnya, bukankah zakat ini nantinya akan diberikan kepada fakir miskin? Hanya saja caranya yang keliru. Mestinya tidak dengan mencuri.
            Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah kejadian malam tadi. Menanggapi cerita itu, Rasulullah SAW bertanya, “Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam, hai Abu Hurairah?”
            “Ia mengeluh, ya Rasulullah. Dia berkata bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat membutuhkan makanan,” jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkannya juga kalau ia merasa kasihan dengan pencuri itu sehingga dilepaskannya. Rasul pun berkata, “Dia bohong, padahal nanti malam dia akan datang kembali.”
            Karena Rasul berkata begitu, maka malam berikutnya Abu Hurairah pun meningkatkan penjagaan. Dan ternyata benar. Pencuri itu kembali dan mengambil makanan seperti kemarin.
            “Akan kuadukan kamu kepada Rasulullah,” ancam Abu Hurairah. Dan sama seperti kemarin, pencuri itu sekali lagi minta ampun serta berkata, “Aku miskin, keluargaku banyak. Aku berjanji besok tidak akan kembali lagi.”
            Abu Hurairah kembali merasa kasihan hingga pencuri itu pun dilepaskannya.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah. Rasul pun bertanya seperti kemarin. Setelah mendapatkan jawaban dari Abu Hurairah, Rasul kembali menegaskan bahwa pencuri itu bohong dan nanti malam ia akan kembali.
            Malamnya, Abu Hurairah kembali berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kesiagaan penuh. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-gerik di sekelilingnya. Sudah dua kali dia dibohongi, dan jika nanti pencuri itu tertangkap, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya lagi.
Malam makin larut dan jalanan sudah sepi. Ketika itu muncullah sesosok bayangan yang datang menghampiri karung makanan yang dijaganya. Segera Abu Hurairah menangkap pencuri itu. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu, dan rupanya ada semacam kepura-puraan pada gerak-geriknya. “Kali ini kau pasti kuadukan kepada Rasulullah. Kau tidak bisa mengibuliku lagi. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan kembali ke sini, tapi nyatanya kau kembali,” kata Abu Hurairah tegas.
            “Lepaskan aku!” pencuri itu memohon. Tapi, dari kuatnya genggaman tangan Abu Hurairah dapat dipahami bahwa ia tidak akan dilepaskan tawanannya itu. Maka dengan putus asa, pencuri itu berkata, “Lepaskan aku, nanti tuan akan aku ajari beberapa kalimat yang sangat berguna.”
            “Kalimat apakah itu?” tanya Abu Hurairah.
Pencuri itu pun menjawab, “Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi, maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak ada syetan yang berani mendekati tuan sampai pagi.”
Akhirnya, pencuri itu dilepaskan Abu Hurairah. Naluri keilmuannya lebih menguasai dirinya ketimbang  naluri penjaga gudang.
            Esok harinya, Abu Hurairah menceritakan pengalamannya yang luar biasa tadi malam kepada Rasulullah SAW. Menanggapi cerita dari Abu Hurairah ini, Rasulullah SAW berkata: “Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia adalah pembohong.” Kemudian beliau bertanya, “Wahai Abu Hurairah, tahukan kamu siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?”
            “Entahlah, aku tidak tahu,” jawab Abu Hurairah.
            “Itulah Iblis yang menyerupai seorang laki-laki,” jawab Rasulullah.

(Kisah diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah)


Jangan lupa kirim naskah kalian di Read Zone. Berpotensi diterbitkan jadi buku lho...
Cek selengkapnya di sini
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter