Pages

Ads 468x60px

Minggu, 24 April 2016

HADERI IDERIS: MENULIS, MENUAI MANFAAT



Apa jadinya kalau ulama zaman dulu tidak menulis. Tentu kita tidak akan pernah mengenal para imam mujtahid. Mungkin kita tidak mengenal Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dengan tulisanlah mereka menyebarkan ilmu. Dan, itu jasa yang tidak akan ternilai jika dibandingkan dengan ganjaran akhirat. Jelaslah menulis adalah jalan kebermanfaatan diri untuk orang lain.

Anggap saja kita tidak berpikir ke arah yang dicapai oleh pendahulu kita. Paling tidak, kita akan berpikir bahwa dengan menulis ada kebermanfaatan uutuk diri sendiri. Istilah yang dipakai buku Quantum Learning adalah teori AMBAK, Apa Manfaatnya Bagi Ku. Nah, manakala berkeinginan jadi penulis, kita mesti memikirkan apa manfaat menulis ini bagi kita? Dengan mengetahui manfaat menulis, kita akan bergairah mempelajari dan menekuninya.

Untuk mengetahui manfaat menulis, kita mesti mencarinya lewat bahan bacaan, termasuk membaca tulisan ini, hehehe…


Mengikat Makna

Nah, manakala kita bepergian ke tempat wisata, lalu kita tulis pengalaman-pengalaman yang kita lihat dan kita temui di sana, ini namanya mengikat makna, rekam jejak. Tidak banyak orang yang melakukan ini, karena mereka tidak tahu manfaatnya, mereka hanya menikmati saja, sesudah itu selesai. Ketika kita menuliskan pengalaman itu, tentu akan lebih bermakna ketimbang kita biarkan tersimpan dalam pikiran sendiri.
Ikatlah ilmu itu dengan menuliskannya, begitu kata Saidina Ali. Ungkapan ini luar biasa. Menulis di sini lebih ke arah menuliskan apa yang kita pahami dari yang kita dengar dan yang kita baca. Ketika kita membaca buku, lalu kita pahami makna tersurat dan tersiratnya, berarti kita sudah berhasil menangkap makna yang dikehendaki penulis buku. Nah, ketika kita coba menjabarkan pemahaman kita ke dalam tulisan, ini berarti kita mencoba mengikat makna itu sehingga tidak mudah terlupakan.


Pengurang Beban Pikiran

Ketika kita punya masalah, melalui tulisan kita bisa curhat. Ini satu bagian dari manfaat menulis. Jika punya masalah, menulislah mengapa  ini bisa terjadi. Renungkan,  ceritakanlah dengan menuliskannya. Ketika kita sudah bisa mengeluarkan uneg-uneg yang kita rasakan dalam bentuk tulisan,  beban pikiran pun berkurang, bahkan kemungkinan besar kita menemukan jalan keluarnya. Karena apa? Karena menulis adalah proses berpikir. Dari situ kita bisa mendapat tindakan apa yang mesti kita lakukan untuk mengatasi masalah yang kita hadapi.


Mendatangkan Kebahagiaan

Selesai menulis satu topik sungguh membahagiakan. Serial menulis di Read Zone ini umpamanya. Setiap minggu saya harus menyelesaikan satu topik tulisan. Nah, manakala selesai dan saya kirim ke redaksi rasanya sangat membahagiakan.


Keterampilan semakin terasah

Ya, menulis manfaatnya adalah untuk menulis itu sendiri. Setiap hari menulis atau setiap minggu menulis, pastinya menulis akan lancar. Sampai ke tarap habit menulis.


Oke, sekarang jika Anda memang berkeinginan jadi penulis, Anda harus berlatih setiap hari. Dan, rasakan manfaatnya. [Haderi Ideris]




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter