Apa jadinya kalau ulama zaman
dulu tidak menulis. Tentu kita tidak akan pernah mengenal para imam mujtahid.
Mungkin kita tidak mengenal Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dengan tulisanlah mereka
menyebarkan ilmu. Dan, itu jasa yang tidak akan ternilai jika dibandingkan
dengan ganjaran akhirat. Jelaslah menulis adalah jalan kebermanfaatan diri
untuk orang lain.
Anggap saja kita tidak berpikir
ke arah yang dicapai oleh pendahulu kita. Paling tidak, kita akan berpikir
bahwa dengan menulis ada kebermanfaatan uutuk diri sendiri. Istilah yang
dipakai buku Quantum Learning adalah teori AMBAK, Apa Manfaatnya Bagi Ku. Nah, manakala
berkeinginan jadi penulis, kita mesti memikirkan apa manfaat menulis ini bagi
kita? Dengan mengetahui manfaat menulis, kita akan bergairah mempelajari dan
menekuninya.
Untuk mengetahui manfaat menulis,
kita mesti mencarinya lewat bahan bacaan, termasuk membaca tulisan ini, hehehe…
Mengikat
Makna
Nah, manakala kita bepergian ke
tempat wisata, lalu kita tulis pengalaman-pengalaman yang kita lihat dan kita
temui di sana, ini namanya mengikat makna, rekam jejak. Tidak banyak orang yang
melakukan ini, karena mereka tidak tahu manfaatnya, mereka hanya menikmati
saja, sesudah itu selesai. Ketika kita menuliskan pengalaman itu, tentu akan
lebih bermakna ketimbang kita biarkan tersimpan dalam pikiran sendiri.
Ikatlah ilmu itu dengan
menuliskannya, begitu kata Saidina Ali. Ungkapan ini luar biasa. Menulis di
sini lebih ke arah menuliskan apa yang kita pahami dari yang kita dengar dan
yang kita baca. Ketika kita membaca buku, lalu kita pahami makna tersurat dan
tersiratnya, berarti kita sudah berhasil menangkap makna yang dikehendaki
penulis buku. Nah, ketika kita coba menjabarkan pemahaman kita ke dalam
tulisan, ini berarti kita mencoba mengikat makna itu sehingga tidak mudah
terlupakan.
Pengurang
Beban Pikiran
Ketika kita punya masalah,
melalui tulisan kita bisa curhat. Ini satu bagian dari manfaat menulis. Jika
punya masalah, menulislah mengapa ini bisa terjadi. Renungkan,
ceritakanlah dengan menuliskannya. Ketika kita sudah bisa mengeluarkan
uneg-uneg yang kita rasakan dalam bentuk tulisan, beban pikiran pun
berkurang, bahkan kemungkinan besar kita menemukan jalan keluarnya. Karena apa?
Karena menulis adalah proses berpikir. Dari situ kita bisa mendapat tindakan
apa yang mesti kita lakukan untuk mengatasi masalah yang kita hadapi.
Mendatangkan
Kebahagiaan
Selesai menulis satu topik
sungguh membahagiakan. Serial menulis di Read Zone ini umpamanya. Setiap minggu
saya harus menyelesaikan satu topik tulisan. Nah, manakala selesai dan saya
kirim ke redaksi rasanya sangat membahagiakan.
Keterampilan
semakin terasah
Ya, menulis manfaatnya adalah
untuk menulis itu sendiri. Setiap hari menulis atau setiap minggu menulis,
pastinya menulis akan lancar. Sampai ke tarap habit menulis.
Oke, sekarang jika Anda memang
berkeinginan jadi penulis, Anda harus berlatih setiap hari. Dan, rasakan
manfaatnya. [Haderi Ideris]
