Pages

Ads 468x60px

Minggu, 08 Mei 2016

HADERI IDERIS: MENULIS DAN KESIBUKAN




Anda sudah berkeinginan jadi penulis. Tinggal menyediakan waktu untuk berlatih menulis. Kapan? Terserah Anda. Misalnya satu jam sebelum tidur. Boleh juga satu jam sebelum berangkat kerja. Pokoknya sediakan waktu yang Anda merasa nyaman menulis saat itu.

Ah, saya tak punya waktu menulis, Pak, soalnya sangat sibuk. Inilah alasan pembenar kebanyakan untuk tidak menulis. Pertanyaannya, benarkah Anda benar-benar sibuk? Kalau memang Anda sibuk, mengapa Anda sempat menonton tv? Mengapa Anda masih sempat ngobrol ngalur-ngidul dengan teman-teman Anda? Katanya sibuk, nyatanya? Hehehe….

Sebetulnya sibuk itu cuma alasan. Jika Anda memang benar-benar sibuk dalam 24 jam sampai-sampai jatah tidur pun tidak ada. Apa seperti ini yang Anda sebut sibuk? Ternyata jatah tidur 8 jam masih bisa Anda perturutkan. Lah, apa salahnya jika Anda mengurangi jatah tidur itu satu jam untuk melatih menulis. Atau Anda bisa mengurangi jatah menonton tv dan ngobrol yang kurang manfaat itu.

Ini baru tahap menentukan berapa jam waktu yang Anda sediakan untuk berlatih menulis. Ini baru tahap melatih, lho. Belum menulis sungguhan. Kira-kira berapa waktu yang diperlukan sehinga bisa terampil menulis.

Saya pernah membaca artikel tentang kesuksesan seseorang dalam bisnis tertentu. Katanya orang itu akan benar-benar menguasai bidang bisnis yang digelutinya jika ia sudah menghabiskan jam tayang sepuluh ribu jam. Katanya lagi, biasanya 5 tahun  pengalaman baru bisa benar-benar paham kekurangan dan kelebihan yang digeluti sehingga bisa sukses. Lama juga ya. Kalau dua jam sehari berlatih menulis berapa tahun ya? Apalagi kalau cuma satu jam. Hehehe…. Hitung sendiri.

Kalau mengejar jam tayang seperti itu, kapan kerja yang lain, Pak? Hehehe…. Itu kan analisis orang tentang pengalaman bisnis. Ia mencontohkan grup musik yang bisa masuk pasar Amrek setelah 5 tahun. Boleh jadi juga kan orang bisa sukses dalam rentang waktu yang relatif singkat? Nah, sebetulnya bukan masalah rentang waktu yang kita jadikan persoalan. Yang bisa kita ambil adalah ketekunan dan keistiqamahan mereka dalam bidangnya.

Jadi, jika Anda sudah mantap ingin  jadi penulis sukses, hilangkan alasan sibuk. Sibukkanlah diri Anda dengan menulis. [Haderi Ideris]





Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter