Selain
menulis cepat atau menulis bebas, ada teknik lain yang bisa kita gunakan
untuk mengeluarkan gagasan yaitu peta pikiran. Peta pikiran ini sesuai
dengan kerja otak kita. Ketika kita disuruh menggambar sebiji apel di kertas
kosong, pikiran kita akan bergerak atau membayangkan apel itu berada di tengah
kertas. Seperti itulah kerja peta pikiran.
Peta pikiran
ini kita gunakan hanya untuk menulis poin-poin yang penting saja, bukan untuk
membuat kalimat utuh. Ambil kertas, mulailah dari tengah kertas, tulislah satu
kata di tengah kertas itu lalu beri lingkaran. Kemudian buatlah cabang dan
tulislah kata yang ada hubungannya dengan kata pokok yang kita tulis di tengah
kertas tadi. Kemudian tambahkan lagi cabang yang lain dan tulislah kata yang
terpikir yang masih ada hubungannya dengan kata pokok tadi. Teruslah membuat
cabang-cabang yang lain sebanyak-banyaknya. Dan ini pun kita lakukan secara
cepat dan tak perlu ada coretan.
Setelah
dirasa cukup beralihlah ke cabang pertama dan berilah lingkaran lalu beri
anak cabang, tulis kata yang berhubungan dengan kata yang dimaksud. Dan
seterusnya sampai waktu yang kita targetkan berakhir. Seumpama Anda memasang
target 15 menit atau lebih.
Misalnya
Anda menulis kata pendidikan di tengah kertas lalu Anda beri cabang pertama dan
Anda tulis kurikulum. Terus cabang kedua, guru. Cabang ketiga, siswa. Keempat,
masyarakat. Cabang kelima Anda tulis sekolah. Seterusnya, kepala sekolah.
Pokoknya tulis saja yang ada hubungannya dengan pendidikan. Nah, dari cabang
itu bisa Anda kembangkan lagi misalnya siswa kita bagi lagi siswa berprestasi.
Siswa bermasalah, dll.
Walau cara
ini tidak menulis kalimat secara utuh, kita akan terlatih mengeluarkan
gagasan. Dari gagasan atau kata kunci itu bisa kita kembangkan dengan menulis
cepat atau menulis bebas. Dua teknik ini saling mendukung dan bisa kita
gunakan. Peta pikiran untuk menggali pokok gagasan. Menulis bebas untuk
menjabarkan pokok gagasannya.
Menariknya,
peta pikiran ini sangat bermanfaat bagi yang benar-benar pemula. Karena yang
ditulis bukan kalimat panjang, cuma kata-kata singkat. Karena belum terbiasa
menulis kalimat lengkap, mulailah menulis kata dengan peta pikiran ini. Kita
cuma menulis kata yang saling berhubungan.
Teknik peta
pikiran ini tidak mesti kita dulukan dalam berlatih. Terserah Anda yang
memilih. Mau menulis bebas dulu, baru menggunakan peta pikiran atau boleh juga
sebaliknya. Tujuan dari kedua teknik ini sebetulnya sama yaitu untuk memancing
gairah pikiran kita untuk menulis.
Saya pun
masih tetap menggunakan ini. Ya tujuannya itu tadi memancing gairah menulis yang
sebenarnya. Saya mengistilahkan peta pikiran ini dengan corat-coret secara
bebas. [Haderi Ideris]
