Pages

Ads 468x60px

Minggu, 31 Juli 2016

HADERI IDERIS: MENULIS DENGAN PETA PIKIRAN


Selain menulis cepat atau menulis bebas, ada teknik lain yang bisa  kita gunakan untuk mengeluarkan gagasan yaitu  peta pikiran. Peta pikiran ini sesuai dengan kerja otak kita. Ketika kita disuruh menggambar sebiji apel di kertas kosong, pikiran kita akan bergerak atau membayangkan apel itu berada di tengah kertas. Seperti itulah kerja peta pikiran.
Peta pikiran ini kita gunakan hanya untuk menulis poin-poin yang penting saja, bukan untuk membuat kalimat utuh. Ambil kertas, mulailah dari tengah kertas, tulislah satu kata di tengah kertas itu lalu beri lingkaran. Kemudian buatlah cabang dan tulislah kata yang ada hubungannya dengan kata pokok yang kita tulis di tengah kertas tadi. Kemudian tambahkan lagi cabang yang lain dan tulislah kata yang terpikir yang masih ada hubungannya dengan kata pokok tadi. Teruslah membuat cabang-cabang yang lain sebanyak-banyaknya. Dan ini pun kita lakukan secara cepat dan tak perlu ada coretan.
Setelah dirasa cukup beralihlah  ke cabang pertama dan berilah lingkaran lalu beri anak cabang,  tulis kata yang berhubungan dengan kata yang dimaksud. Dan seterusnya sampai waktu yang kita targetkan berakhir. Seumpama Anda memasang target 15 menit atau lebih.
Misalnya Anda menulis kata pendidikan di tengah kertas lalu Anda beri cabang pertama dan Anda tulis kurikulum. Terus cabang kedua, guru. Cabang ketiga, siswa. Keempat, masyarakat. Cabang kelima Anda tulis sekolah. Seterusnya, kepala sekolah. Pokoknya tulis saja yang ada hubungannya dengan pendidikan. Nah, dari cabang itu bisa Anda kembangkan lagi misalnya siswa kita bagi lagi siswa berprestasi. Siswa bermasalah, dll.
Walau cara ini tidak menulis kalimat secara utuh,  kita akan terlatih mengeluarkan gagasan. Dari gagasan atau kata kunci itu bisa kita kembangkan dengan menulis cepat atau menulis bebas. Dua teknik ini saling mendukung dan bisa kita gunakan. Peta pikiran untuk menggali pokok gagasan. Menulis bebas untuk menjabarkan pokok gagasannya.
Menariknya, peta pikiran ini sangat bermanfaat bagi yang benar-benar pemula. Karena yang ditulis bukan kalimat panjang, cuma kata-kata singkat. Karena belum terbiasa menulis kalimat lengkap, mulailah menulis kata dengan peta pikiran ini. Kita cuma menulis kata yang saling berhubungan.
Teknik peta pikiran ini tidak mesti kita dulukan dalam berlatih. Terserah Anda yang memilih. Mau menulis bebas dulu, baru menggunakan peta pikiran atau boleh juga sebaliknya. Tujuan dari kedua teknik ini sebetulnya sama yaitu untuk memancing gairah pikiran kita untuk menulis.
Saya pun masih tetap menggunakan ini. Ya tujuannya itu tadi memancing gairah menulis yang sebenarnya. Saya mengistilahkan peta pikiran ini dengan corat-coret secara bebas. [Haderi Ideris]



Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter