Sudah sering saya
katakan bahwa untuk terampil menulis itu bukan sekadar ingin, tapi dibutuhkan
latihan. Antara saya dan Anda tentu tidak sama pengalaman yang didapat saat
latihan menulis. Apakah tulisan ini juga bisa dikatakan latihan menulis. Ya,
tentu saja. Tulisan ini wujud dari latihan menulis itu sendiri. Pagi ini saya
mencoba menulis di pinggir jalan sambil menunggu istri yang lagi belanja di
pasar ikan. Ini latihan. Ya, bagaimana saya mengatasi suara bising kenderaan
yang sedang lewat, bagaimana saya mengatasi mengetik dengan satu jari lantaran
mengetiknya cuma lewat hp, bagaimana saya mengatasi rasa risih duduk di pinggir
jalan sambil menulis. Itulah latihan menulis. Dan, pengalaman ini hanya saya
yang bisa merasakan.
Saya beralih duduk di
kursi yang ada di emperan toko yang belum buka, ada yang datang lalu ikut duduk
sambil nunggu istrinya juga. Bersapa dan bersenyum, saya lanjut menulis.
Menulis tidak susah
manakala kita mau melakukan dan terus melakukan. Dalam proses melakukan itulah
ada pengalaman dan pelajaran yang berharga.
Ketika saya menulis
ada kesalahan itu wajar. Berarti saya belajar dari kesalahan. Karena saya
menulis di hp yang tut hurufnya kecil dibandingkan laptop, saya berupaya
meminimalisir kesalahan ketik itu. Dan proses pengalaman ini tentu tidak sama
dengan Anda. Itulah uniknya berlatih menulis.
Jadi, semakin sering
kita membiasakan menulis, semakin minim kesalahan yang kita perbuat [ ]
