Pages

Ads 468x60px

Minggu, 01 Mei 2016

HADERI IDERIS: MEMBACA, MENULIS DAN BERTEMAN DENGAN PENULIS




Saya masih ingat Bung Candra pernah mengatakan bahwa kunci sukses seseorang itu tergantung dua hal, yaitu buku apa yang ia baca dan dengan siapa ia bergaul.

Perkataan Bung Candra di atas bisa diterapkan dalam bidang apa saja, termasuk bidang kepenulisan. Kalau Anda ingin jadi penulis, mesti banyak membaca. Membaca dalam makna luas, tidak terbatas pada buku. Namun, untuk mengarahkan dan menyalurkan hasrat jadi penulis, Anda mesti membaca buku-buku tentang kepenulisan dan bergaul dengan penulis. Termasuk membaca artikel ini. Hehehe…

Membaca dan berteman dengan penulis adalah bagian dari motivasi luar diri. Membaca akan memengaruhi pikiran kita untuk melakukan apa yang kita baca. Begitu juga dengan berteman.

Teman cukup besar pengaruhnya terhadap prilaku seseorang. Orang yang tadinya tidak bisa merokok, karena bergaul dengan perokok, akhirnya jadi perokok juga. Berteman dengan orang jahat, akhirnya ikutan jadi jahat. Na'uzubillah. Bergaul dengan penulis, akhirnya jadi penulis juga. Alhamdulillah. Hehehe... Nggak percaya?

Survei membuktikan. Saya menulis artikel ini karena bergaul dengan penulis muda berbakat, Mahfuzh Amin. Ia yang datang ke rumah saya dan meminta saya mengisi satu bagian dari rubrik Read Zone ini. Saya menyanggupinya. Dengan begitu, mau tidak mau saya harus menulis setiap minggu. Saya pun bersyukur ada wadah untuk mengasah kreativitas saya dalam menulis.

Bicara kreativitas menulis. Saat ini saya mencoba menulis dengan satu jari sambil rebahan telantang di depan TV yang lagi nyala. Telunjuk kanan digunakan untuk menulis, tangan kiri memegang ponsel. Karena ini saya lakukan, akhirnya tulisan ini pun bisa Anda baca.

Membaca dan bergaul dengan penulis tidak akan ada artinya jika kita tidak memotivasi diri sendiri untuk melakukan, melatih dan mengembangkan diri kita sendiri. Namun, setidaknya dengan membaca dan bergaul dengan penulis akan saling memengaruhi.

Melalui media sosial kita bisa berteman dengan penulis. Awalnya saya mengenal Pak Ersis, motivator kepenulisan lewat fb, akhirnya bisa kopi darat, dengan motivasi-motivasi beliau, mulai tahun 2011 saya bisa menerbitkan buku.

Belakangan ini, saya mengenal Pak Hernowo Hasim, dengan slogan beliau "mengikat makna". Saya senang membaca tulisan-tulisan beliau lewat fb.  Setelah membaca tulisan-tulisan beliau, saya bisa memahami bahwa menulis itu adalah upaya mengikat makna. Setelah paham, saya pun menulis apa yang saya pahami tadi dengan bahasa saya sendiri. Itulah yang disebut mengikat makna. Kalau menulis persis sama, itu bukan menulis, bukan mengikat makna, tapi menyalin. Tulisan saya tentang mengikat makna ini saya posting di fanspage fb saya "Terampil Menulis". Alhamdulillah, beliau memberikan komentar positif atas tulisan-tulisan saya. Komentar positif dan doa dari penulis hebat itu membuat saya terus keranjingan menulis.

Jadi, membaca, berteman dengan penulis, dan menulis itu sendiri tidak bisa diabaikan jika Anda memang ingin jadi penulis. Oke? Ya, sip dah. [ Haderi Ideris ]




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter