Penghalang terbesar untuk meraih kesuksesan apapun adalah
kemalasan. Kemalasan merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan kecuali
oleh diri sendiri. Orang lain cuma bisa mengingatkan. Begitu juga dengan
keinginan menulis. Jika malas melanda, menulis pasti hanya sebatas ingin, tanpa
aksi.
Mengobati rasa malas tidak ada cara lain kecuali dengan cara
melawannya. Jika malas datang, lawan dengan melakukan. Lalu ingatlah kembali
alasan Anda mengapa Anda harus menulis. Dan ingatlah manfaat menulis bagi Anda.
Jangan lupa berdoa. Nabi mengajarkan agar berdoa untuk berlindung dari sifat
malas. Kalau hal tersebut belum cukup juga, terserah Anda. Hehehe. Berarti Anda
memang pemalas.
Jika Anda malas berlatih, ditambah malas membaca, lengkap
sudah penghalang yang menimpa Anda. Saya berani menjamin, Anda tidak akan
berhasil jadi penulis. Malas adalah musuh terbesar bagi penulis.
Perhatikan bagaimana orang bisa berhasil menguasai bidang
tertentu. Berapa jam mereka berlatih dalam sehari? Saya pernah menyaksikan
wawancara di tv. Inul Daratista ditanya tentang waktu yang dibutuhkannya
melatih goyangan ngebornya. Dua jam waktu yang dihabiskan setiap harinya.
Sekarang pertanyaannya, berapa waktu yang Anda habiskan sehari melatih diri
menulis? Satu jam? Dua jam?
Berapapun jumlah jam yang Anda tentukan tidak akan
berpengaruh jika Anda bermental pemalas. Kerja keras dan pantang menyerah Anda lah
yang bisa membawa keberhasilan, atas izin Allah tentunya.
Walau umpama 15 menit saja, tapi Anda lakukan sesering
mungkin. Ini akan lebih bermakna ketimbang 2 jam, tapi hanya Anda lakukan
sekali dua kali. Seberapa sering Anda berlatih, itu menunjukkan Anda bukan
seorang pemalas. Jika Anda memang tipe pekerja keras, tidak mustahil Anda akan
meraih apa yang Anda impikan. [Haderi
Ideris]
