Untuk
mengisi rubrik di Read Zone biasanya aku menulis setiap hari Minggu setelah
shalat subuh. Namun, hari ini jadwal begitu padat. Kondisi tubuh kurang fit.
Maklum hari ini puasa nishfu syakban. Ditambah lagi aku harus mengurus jenazah
dari mulai menyiapkan pemotongan kain kafan dan memandikan jenazah. Lelah.
Lelah
dan tidak sempat. Itulah yang jadi alasanku tidak menulis. Sampai-sampai
Mahfuzh Amin mengingatku lewat bb dan sms. Aku jawab belum sempat.
Beralasan
lelah dan tidak sempat semua orang pasti bisa. Lalu aku coba bangkitkan
semangatku. Kubalas semoga habis Isya aku bisa. Ya, menyempatkan menulis untuk
rubrik yang harus kuisi walau terlambat, maaf ya pemirsa. Hehehe.
Bicara
alasan atau penghambat menulis, sibuk dan lelah cukup jitu menjadi penghalang.
Sebetulnya bukan sibuk dan lelah, tapi konsistensi yang sudah kita tetapkan
yang kita langgar. Buktinya saya sendiri. Habis shalat shubuh saya biasanya
menulis, tapi tidak saya manfaatkan dengan baik. Justru aku harus tidur lagi
sebentar untuk menyiapkan kondisi tubuh menghadapi tugas penyelenggaraan fardhu
kifayah.
Kondisi
saya memang cukup melelahkan. Malam Minggu, malam nishfu Sya'ban saya memimpin
shalat hajat dan pembacaan yasin. Terus setelah isya dilanjutkan pembacaan
tahlilan. Ketika istirahat dan makan bersama, saat itulah kami mendengar kabar
terjadi kecelakaan keluarga dari Banjarmasin yang menuju Amuntai untuk
silaturrahim kepada orang tuanya. Sudah masuk wilayah Amuntai di sekitar Rantawan
katanya menabrak gerobak dan meninggal dunia. Setalah shalat sunat tasbih, kami
melayat karena jenazahnya sudah sampai di rumah mamanya. Dalam bulan ini banyak
terjadi kecelakaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.
Jam 8
aku menyiapkan kain kafan dan menyiapkan pemandian. Jam 9 harus sudah mulai
memandikan jenanazah karena jam 10 akan dilaksanakan shalat jenazahnya. Cukup
melelahkan dalam cuaca panas dan dalam keadaan puasa. Begitulah alasan saya
mengapa terlambat mengirim tulisan ini.
Ya,
walau masih lelah dan lemas, asal mau menulis, hasilnya tulisan. Dan,
menyempatkan menulis. Lalu saya tulis alasan mengapa saya terlambat menulis.
Karena tidak dijadikan alasan lagi, akhirnya lahirlah tulisan ini. Hehehe… [HADERI IDERIS]
