Pages

Ads 468x60px

Minggu, 22 Mei 2016

HADERI IDERIS: MENYEMPATKAN MENULIS




Untuk mengisi rubrik di Read Zone biasanya aku menulis setiap hari Minggu setelah shalat subuh. Namun, hari ini jadwal begitu padat. Kondisi tubuh kurang fit. Maklum hari ini puasa nishfu syakban. Ditambah lagi aku harus mengurus jenazah dari mulai menyiapkan pemotongan kain kafan dan memandikan jenazah. Lelah.

Lelah dan tidak sempat. Itulah yang jadi alasanku tidak menulis. Sampai-sampai Mahfuzh Amin mengingatku lewat bb dan sms. Aku jawab belum sempat.

Beralasan lelah dan tidak sempat semua orang pasti bisa. Lalu aku coba bangkitkan semangatku. Kubalas semoga habis Isya aku bisa. Ya, menyempatkan menulis untuk rubrik yang harus kuisi walau terlambat, maaf ya pemirsa. Hehehe.

Bicara alasan atau penghambat menulis, sibuk dan lelah cukup jitu menjadi penghalang. Sebetulnya bukan sibuk dan lelah, tapi konsistensi yang sudah kita tetapkan yang kita langgar. Buktinya saya sendiri. Habis shalat shubuh saya biasanya menulis, tapi tidak saya manfaatkan dengan baik. Justru aku harus tidur lagi sebentar untuk menyiapkan kondisi tubuh menghadapi tugas penyelenggaraan fardhu kifayah.

Kondisi saya memang cukup melelahkan. Malam Minggu, malam nishfu Sya'ban saya memimpin shalat hajat dan pembacaan yasin. Terus setelah isya dilanjutkan pembacaan tahlilan. Ketika istirahat dan makan bersama, saat itulah kami mendengar kabar terjadi kecelakaan keluarga dari Banjarmasin yang menuju Amuntai untuk silaturrahim kepada orang tuanya. Sudah masuk wilayah Amuntai di sekitar Rantawan katanya menabrak gerobak dan meninggal dunia. Setalah shalat sunat tasbih, kami melayat karena jenazahnya sudah sampai di rumah mamanya. Dalam bulan ini banyak terjadi kecelakaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.

Jam 8 aku menyiapkan kain kafan dan menyiapkan pemandian. Jam 9 harus sudah mulai memandikan jenanazah karena jam 10 akan dilaksanakan shalat jenazahnya. Cukup melelahkan dalam cuaca panas dan dalam keadaan puasa. Begitulah alasan saya mengapa terlambat mengirim tulisan ini.

Ya, walau masih lelah dan lemas, asal mau menulis, hasilnya tulisan. Dan, menyempatkan menulis. Lalu saya tulis alasan mengapa saya terlambat menulis. Karena tidak dijadikan alasan lagi, akhirnya lahirlah tulisan ini. Hehehe… [HADERI IDERIS]





Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter