Pages

Ads 468x60px

Minggu, 05 Juni 2016

HADERI IDERIS: MENULIS, TAK KENAL BOSAN


Jejaring sosial, fesbuk benar-benar membantu saya mengembangkan kreatifitas menulis. Tidak sampai di situ, media yang satu ini menghubungkan saya dengan para penulis. Dari situ saya bisa mengintip tulisan-tulisan mereka.

Pagi ini saya mengintip status Pak Hernowo Hasim yang mengutip perkataan Michael Jordan yang ada di dinding fb beliau. Saya tergugah untuk mengutip kembali. Pasalnya, menurutku ini sangat memotivasi saya untuk terus menulis. Dan, sangat bagus diketahui mereka yang ingin menggeluti dunia kepenulisan.

"Aku meleset lebih dari 9.000 tembakan. Aku kalah di hampir 300 pertandingan. Bahkan sebanyak 26 kali aku gagal ketika dipercaya mengambil tembakan kemenangan. Aku sudah gagal berulang kali dalam hidup. Itulah sebabnya aku berhasil." MICHAEL JORDAN.

Anda bisa menyimpulkan betapa kuat mental Michael ini. Mental pantang menyerah membawanya kepada keberhasilan. Ini luar biasa! Andai dia berhenti dipertandingan pertama atau ditembakkan ke seratus lantaran merasa jenuh, tidak mungkin ia bisa meraih keberhasilan.

Pengalaman tersebut patut kita jadikan inspirasi buat menambah semangat dalam meraih kesuksesan di bidang masing-masing, termasuk bidang kepenulisan.

Kalau Anda menulis sekali, lalu merasa tak mampu menyelesaikannya. Namun, Anda tak menyerah. Anda mencoba lagi beberapa kali tanpa bosan. Akhirnya, Anda bisa menyelesaikan sebuah tulisan berupa cerpen atau artikel. Lalu Anda mencoba menjajal karya itu ke media cetak. Anda pun kecewa lantaran penolakan penerbit. Lantas Anda terus saja mencoba berkarya. Kirimkan lagi hasil karya Anda. Jika ditolak, coba terus. Kalau perlu sampai ribuan kali seperti Michael tadi. Tapi, bagi Anda yang memiliki keberuntungan, tak mesti sampai ribuan kalilah. Cukup sekali dua kali sudah bisa diterima penerbit. hehehe. Mungkinkah bisa?

Mungkin saja Anda menulis sekali langsung diterima penerbit. Nama Anda pun terpampang di media cetak. Ini luar biasa. Apa benar? Hahai, boleh saja kita berhayal seperti itu. Kenyataannya adalah orang yang pertama kali menulis langsung bisa diterbitkan itu lantaran mereka sebelumnya melatih menulis ratusan kali bahkan ribuan kali, baru  mengirimkan karya mereka.

Ada juga yang ribuan kali mengirimkan tulisan, namun ditolak. Namun, ia tak bosan-bosannya mengirim tulisannya. Akhirnya, ada penerbit yang tertarik dengan gaya kepenulisannya. Namanya pun dikenal orang. Akhirnya, penerbit yang pernah menolaknya pun meminta tulisannya. Ia tinggal melakukan penyuntingan tulisan-tulisan yang sudah ada. Jadi, jangan pernah membuang tulisan Anda. Siapa tahu itu akan membawa kepada keberuntungan.

Untuk mengakhiri tulisan ini, saya berpesan agar Anda tidak pernah bosan untuk terus menulis. Seperti Anda tak pernah bosan ngomong sama teman-teman Anda. Oke! [Haderi Ideris]




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter