Jejaring sosial, fesbuk
benar-benar membantu saya mengembangkan kreatifitas menulis. Tidak sampai di
situ, media yang satu ini menghubungkan saya dengan para penulis. Dari situ
saya bisa mengintip tulisan-tulisan mereka.
Pagi ini saya mengintip status
Pak Hernowo Hasim yang mengutip perkataan Michael Jordan yang ada di dinding fb
beliau. Saya tergugah untuk mengutip kembali. Pasalnya, menurutku ini sangat
memotivasi saya untuk terus menulis. Dan, sangat bagus diketahui mereka yang
ingin menggeluti dunia kepenulisan.
"Aku
meleset lebih dari 9.000 tembakan. Aku kalah di hampir 300 pertandingan. Bahkan
sebanyak 26 kali aku gagal ketika dipercaya mengambil tembakan kemenangan. Aku
sudah gagal berulang kali dalam hidup. Itulah sebabnya aku berhasil." MICHAEL JORDAN.
Anda bisa menyimpulkan betapa
kuat mental Michael ini. Mental pantang menyerah membawanya kepada
keberhasilan. Ini luar biasa! Andai dia berhenti dipertandingan pertama atau
ditembakkan ke seratus lantaran merasa jenuh, tidak mungkin ia bisa meraih
keberhasilan.
Pengalaman tersebut patut kita
jadikan inspirasi buat menambah semangat dalam meraih kesuksesan di bidang
masing-masing, termasuk bidang kepenulisan.
Kalau Anda menulis sekali, lalu
merasa tak mampu menyelesaikannya. Namun, Anda tak menyerah. Anda mencoba lagi
beberapa kali tanpa bosan. Akhirnya, Anda bisa menyelesaikan sebuah tulisan
berupa cerpen atau artikel. Lalu Anda mencoba menjajal karya itu ke media
cetak. Anda pun kecewa lantaran penolakan penerbit. Lantas Anda terus saja
mencoba berkarya. Kirimkan lagi hasil karya Anda. Jika ditolak, coba terus.
Kalau perlu sampai ribuan kali seperti Michael tadi. Tapi, bagi Anda yang
memiliki keberuntungan, tak mesti sampai ribuan kalilah. Cukup sekali dua kali
sudah bisa diterima penerbit. hehehe. Mungkinkah bisa?
Mungkin saja Anda menulis sekali
langsung diterima penerbit. Nama Anda pun terpampang di media cetak. Ini luar
biasa. Apa benar? Hahai, boleh saja kita berhayal seperti itu. Kenyataannya
adalah orang yang pertama kali menulis langsung bisa diterbitkan itu lantaran
mereka sebelumnya melatih menulis ratusan kali bahkan ribuan kali, baru
mengirimkan karya mereka.
Ada
juga yang ribuan kali mengirimkan tulisan, namun ditolak. Namun, ia tak
bosan-bosannya mengirim tulisannya. Akhirnya, ada penerbit yang tertarik dengan
gaya kepenulisannya. Namanya pun dikenal orang. Akhirnya, penerbit yang pernah
menolaknya pun meminta tulisannya. Ia tinggal melakukan penyuntingan
tulisan-tulisan yang sudah ada. Jadi, jangan pernah membuang tulisan Anda.
Siapa tahu itu akan membawa kepada keberuntungan.
Untuk
mengakhiri tulisan ini, saya berpesan agar Anda tidak pernah bosan untuk terus
menulis. Seperti Anda tak pernah bosan ngomong sama teman-teman Anda. Oke! [Haderi Ideris]
