Pages

Ads 468x60px

Minggu, 10 Juli 2016

HADERI IDERIS: MENULIS MELATIH DIRI (MENULIS ALA GADO-GADO)


Tak satu pun keterampilan bisa kita kuasai tanpa latihan. Seumpama kita ingin menghafal Alquran. Tak mungkin bisa hafal tanpa gerak, tanpa melakukan. Paling tidak kita bisa memulainya dengan membaca satu baris ayat. Tidak cukup satu kali. Ayat tadi kita baca beberapa kali. Ada yang menganjurkan sampai dua puluh kali.
Dari upaya kita menghafal tadi, bisa dirasakan pertama kali kita membaca satu ayat saja masih terbata-bata, lalu kita terus membaca sampai puluhan kali, akhirnya kita pun lancar membaca ayat tersebut. Terus kita ulang lagi beberapa kali, pada tahap ini sesekali kita sudah bisa menutup mata dan bisa membaca ayat tersebut. Terus kita ulang lagi dengan menutup mata, pada tahap ini kita seolah melihat bacaannya. Akhirnya, satu baris ayat tadi sudah melekat dalam ingatan dan hafal. Begitulah kiranya cara orang menghafal Alquran. Dan jika sudah hafal pun kita tidak boleh berhenti, harus terus diulang pada kesempatan yang lain.
Dari analogi orang yang ingin menghafal itu bisa kita jadikan pelajaran untuk bisa terampil menulis. Tak mungkin orang yang ingin terampil menulis hanya berlatih sekali dua kali.
Untuk membantu Anda berlatih menulis untuk tahap awal adalah dengan cara menulis bebas. Pak Hernowo Hasim menyebutnya dengan free writting. Dalam buku Quantum Learning disebut juga dengan menulis cepat. Pada tahap ini tulisan kita tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan.
Menulis bebas ini tidak hanya berguna untuk mereka yang baru belajar, tetapi bisa juga dimanfaatkan oleh mereka yang sudah mahir dalam menulis. Gunanya adalah untuk memancing ide atau pikiran kita dalam bentuk tulisan. Kita bebas mengeluarkan pikiran apa saja dalam bentuk tulisan.
Kita sediakan waktu 15 menit untuk menulis bebas. Dalam rentang waktu itu, tulislah apa saja yang terlintas dalam pikiran Anda. Jika Anda ingat tentang perjalanan mudik yang melelahkan, tulislah. Jika ingat tentang kelucuan anak-anak Anda, tulislah. Dalam tahap ini Anda hanya melatih mengeluarkan pikiran-pikiran Anda dalam bentuk tulisan. Tentu saja hasilnya tidak beraturan. Anda tak perlu khawatir hasilnya berantakan. Yang penting dalam rentang waktu yang sudah kita targetkan tadi menghasilkan tulisan. Yakni tulisan ala gado-gado.
Tahap latihan ini, Anda tidak diperkenankan membaca yang sudah ditulis untuk mengetahui baik tidaknya hasil tulisan. Dan tak perlu juga memperbaiki kata-kata yang salah tulis.  Tahap ini bukan terfokus pada hasil, tetapi terfokus pada proses menulis, proses Anda mengeluarkan pikiran.
Jika Anda anggap selesai satu paragraf, teruslah menulis paragraf berikutnya, terus, dan terus, menuliskan apa saja yang terlintas dalam pikiran walau tidak ada hubungannya antara paragraf yang satu dengan yang lainnya.
Di tahap ini hasil tulisan tidak perlu diperbaiki. Biarkan saja hasilnya begitu. Yang dimaksudkan adalah Anda berhasil memanfaatkan waktu 15 menit tadi dengan gairah menulis.
Besoknya Anda lakukan lagi seperti itu. 15 menit cukup berlatih mengeluarkan uneg-uneg dalam bentuk tulisan. Tidak perlu berpikir mulai dari mana. Tulis saja yang teringat pertama kali. Kalau memang biasa menggunakan kalimat "Pada suatu hari" lakukan saja dulu seperti itu. Seiring waktu kalimat itu akan bisa terganti dengan kalimat yang lain. Pokoknya lintasan pikiran pertama itu yang Anda tulis.
Saya pun masih menggunakan teknik ini. Manakala ingin  menulis, tapi belum ada gairah. Saya menulis ala gado-gado dulu untuk memancing ide-ide yang ada agar mudah keluar dalam bentuk tulisan. Ibarat motor lakukan pemanasan mesin dulu. Baru berkendara.  Manakala saya sudah bisa menikmati proses menulis ala gado-gado ini, dan gairah menulis sudah terpancing, saya bisa beralih menulis topik yang ingin saya angkat dalam sebuah tulisan.
Sesekali saya juga terpancing untuk membaca dan memperbaiki apa yang sudah ditulis. Namun, kita mesti ingat bahwa tulisan ini hanya untuk konsumsi pribadi, jadi tak perlu takut salah, tak perlu takut jelek.
Oke selamat berlatih menulis ala gado-gado. [HADERI IDERIS]




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter