Sebelumnya saya sudah membahas
teknik latihan menulis dengan cara menulis bebas, menulis ala gado-gado. Namun,
tidak salahnya kalau saya mengulang sedikit teknik ini.
Menulis bebas ini memang
dimaksudkan untuk mengeluarkan pikiran secara menyenangkan dalam bentuk
tulisan. Hal yang menyenangkan dan memudahkan menurut pakar ada kaitannya
dengan otak kanan. Karenanya menulis bebas ini memfokuskan diri untuk
mengeksploitasi otak kanan saja ketika menulis.
Sedikit saya gambarkan bahwa otak
kita ini ada yang disebut belahan otak kiri dan otak kanan. Masing-masing
memiliki tugas tersendiri. Otak kiri bertugas pada hal hal yang bersifat logis
sesuai dengan pengetahuan yang diterimanya. Sementara otak kanan berurusan pada
soal semangat, kegairahan, bebas berkreatifitas, tidak ada rasa takut, semuanya
menyenangkan.
Nah, manakala Anda menulis lalu
menemukan kesalahan, Anda memperbaikinya. Ini berarti Anda mengamini perintah
otak kiri. Celakanya karena Anda terfokus pada otak kiri dan selalu Anda
perturutkan, tulisan yang Anda rencanakan tidak akan pernah selesai karena
selalu menghapus tulisan yang dianggap salah atau kurang bagus tadi.
Hal ini bukan berarti otak kiri
tidak dibutuhkan ketika menulis. Otak kiri tetap dibutuhkan ketika kita
memperbaiki tulisan. Artinya, ketika Anda mulai menulis gunakan otak kanan,
abaikan dulu otak kiri. Manakala sudah selesai, baru otak kiri Anda gunakan.
Seperti pengetahuan tentang tata bahasa, tanda baca. dan seterusnya
silakan Anda pakai karena sudah tiba waktunya memperbaiki tulisan.
Nah, untuk menulis bebas dengan
otak kanan ini ada kaitannya dengan emosi atau perasaan kita. Maka dari itu,
ketika akan menulis bebas ini Anda menghadirkan dulu suasana yang menyenangkan,
suasana tenang. Hadirkan juga semangat Anda. Lalu libatkan juga perasaan Anda
seolah ketika menulis itu Anda berbicara dengan orang yang paling Anda cintai.
Menulislah seperti Anda berbicara
bersama teman Anda. Terus saja alirkan tulisan seperti berbicara. Coba ingat
ketika Anda berbicara itu tidak lagi memikirkan apakah kaedahnya sudah betul
atau salah. Anda kan terus nyerocos saja. Nah, seperti itulah Anda menulis
bebas. Dalam teknik ini Anda hanya melatih diri mengeluarkan pikiran dalam
bentuk tulisan. Soal hasil jangan dipikirkan. [Haderi Ideris]
