Pages

Ads 468x60px

Minggu, 24 Juli 2016

HADERI IDERIS: MENULIS SEPERTI BERBICARA


Sebelumnya saya sudah membahas teknik latihan menulis dengan cara menulis bebas, menulis ala gado-gado. Namun, tidak salahnya kalau saya mengulang sedikit teknik ini.
Menulis bebas ini memang dimaksudkan untuk mengeluarkan pikiran secara menyenangkan dalam bentuk tulisan. Hal yang menyenangkan dan memudahkan menurut pakar ada kaitannya dengan otak kanan.  Karenanya menulis bebas ini memfokuskan diri untuk mengeksploitasi otak kanan saja ketika menulis.
Sedikit saya gambarkan bahwa otak kita ini ada yang disebut belahan otak kiri dan otak kanan. Masing-masing memiliki tugas tersendiri. Otak kiri bertugas pada hal hal yang bersifat logis sesuai dengan pengetahuan yang diterimanya. Sementara otak kanan berurusan pada soal semangat, kegairahan, bebas berkreatifitas, tidak ada rasa takut, semuanya menyenangkan.
Nah, manakala Anda menulis lalu menemukan kesalahan, Anda memperbaikinya. Ini berarti Anda mengamini perintah otak kiri. Celakanya karena Anda terfokus pada otak kiri dan selalu Anda perturutkan, tulisan yang Anda rencanakan tidak akan pernah selesai karena selalu menghapus tulisan yang dianggap salah atau kurang bagus tadi.
Hal ini bukan berarti otak kiri tidak dibutuhkan ketika menulis. Otak kiri tetap dibutuhkan ketika kita memperbaiki tulisan. Artinya, ketika Anda mulai menulis gunakan otak kanan, abaikan dulu otak kiri. Manakala sudah selesai, baru otak kiri Anda gunakan. Seperti pengetahuan tentang tata bahasa, tanda baca.  dan seterusnya silakan Anda pakai karena sudah tiba waktunya memperbaiki tulisan.
Nah, untuk menulis bebas dengan otak kanan ini ada kaitannya dengan emosi atau perasaan kita. Maka dari itu, ketika akan menulis bebas ini Anda menghadirkan dulu suasana yang menyenangkan, suasana tenang. Hadirkan juga semangat Anda. Lalu libatkan juga perasaan Anda seolah ketika menulis itu Anda berbicara dengan orang yang paling Anda cintai.
Menulislah seperti Anda berbicara bersama teman Anda. Terus saja alirkan tulisan seperti berbicara. Coba ingat ketika Anda berbicara itu tidak lagi memikirkan apakah kaedahnya sudah betul atau salah. Anda kan terus nyerocos saja. Nah, seperti itulah Anda menulis bebas. Dalam teknik ini Anda hanya melatih diri mengeluarkan pikiran dalam bentuk tulisan. Soal hasil jangan dipikirkan. [Haderi Ideris]




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter