Teknik menulis bebas yang saya paparkan pada bahasan terdahulu,
bukan berarti tidak membutuhkan penyuntingan. Apa pun jenis tulisanya, proses
penyuntingan itu pasti diperlukan.
Menulis dan menyunting itu dua hal yang sama sekaligus dua hal
yang berbeda. Dikatakan sama karena sama-sama bergerak di bidang penulisan.
Dikatakan berbeda jika dilihat dari prosesnya. Jika proses menulis dan
penyuntingan dilakukan secara bersamaan, menulis sambil memperbaiki, ini yang
menghambat, akhirnya tulisan pun tak kunjung selesai.
Mengingat kendala itulah, saya memaparkan teknik menulis dengan
cara bebas, tak terikat dengan teori ini itu. Sehingga menulis mengalir lancar
tanpa beban. Nah, ketika kita sudah selesai menulis, saat itulah proses
penyuntingan bisa kita lakukan. Boleh juga kita lakukan pengendapan dulu
satu hari, setelah itu kita turuti nafsu penyuntingannya.
Karena kita menulis secara bebas,tentu paragrafnya masih tidak
teratur. Oleh karena itu, yang pertama kita perhatikan adalah pengaturan
paragraf.
Ketahuilah tulisan yang kita buat secara bebas itu tidak
memperhatikan alenia. Yang penting pikiran tersalurkan. Nah, sekarang coba kita
pilah paragrafnya. Dari mana dan sampai kemana yang mesti kita jadikan satu
paragraf.
Kalau kita menulis artikel atau karya nonfiksi, ketahuilah
paragraf yang baik itu hanya mengandung satu pokok gagasan. Jika kita temukan
dua gagasan, jadikanlah dua paragraf.
Jika letak gagasannya masih berantakkan, kita bisa
mengaturnya dengan dua cara. Yaitu kita letakkan di awal atau bisa juga di
kalimat akhir paragraf.
Gagasan pokok yang ada pada kalimat awal tadi bisa disebut
dengan paragraf deduktif. Pola penyajiannya dengan
menggunakan pernyataan yang bersifat umum. Artinya, kalimat yang kita
buat itu masih memerlukan data pendukung yang lebih rinci. Selanjutnya kalimat
yang mengandung gagasan pokok tadi disebut kalimat utama. Kemudian data
pendukung dijadikan sebagai gagasan penjelasnya. Gagasan penjelas ini dibuat
menjadi kalimat penjelas.
Kita bisa juga mendahulukan data pendukung secara rinci lalu
diakhiri dengan kesimpulan. Paragraf seperti ini disebut paragraf induktif.
(bersambung…)
