Pages

Ads 468x60px

Minggu, 04 September 2016

HADERI IDERIS: PENYUNTINGAN TULISAN


Teknik menulis bebas yang saya paparkan pada bahasan terdahulu, bukan berarti tidak membutuhkan penyuntingan. Apa pun jenis tulisanya, proses penyuntingan itu pasti diperlukan.
Menulis dan menyunting itu dua hal yang sama sekaligus dua hal yang berbeda. Dikatakan sama karena sama-sama bergerak di bidang penulisan. Dikatakan berbeda jika dilihat dari prosesnya. Jika proses menulis dan penyuntingan dilakukan secara bersamaan, menulis sambil memperbaiki, ini yang menghambat, akhirnya tulisan pun tak kunjung selesai.
Mengingat kendala itulah, saya memaparkan teknik menulis dengan cara bebas, tak terikat dengan teori ini itu. Sehingga menulis mengalir lancar tanpa beban. Nah, ketika kita sudah selesai menulis, saat itulah proses penyuntingan bisa kita lakukan.  Boleh juga kita lakukan pengendapan dulu satu hari, setelah itu kita turuti nafsu penyuntingannya.
Karena kita menulis secara bebas,tentu paragrafnya masih tidak teratur. Oleh karena itu, yang pertama kita perhatikan adalah pengaturan paragraf.
Ketahuilah tulisan yang kita buat secara bebas itu tidak memperhatikan alenia. Yang penting pikiran tersalurkan. Nah, sekarang coba kita pilah paragrafnya. Dari mana dan sampai kemana yang mesti kita jadikan satu paragraf.
Kalau kita menulis artikel atau karya nonfiksi, ketahuilah paragraf yang baik itu hanya mengandung satu pokok gagasan. Jika kita temukan dua gagasan, jadikanlah dua paragraf.
Jika letak gagasannya  masih berantakkan, kita bisa mengaturnya dengan dua cara. Yaitu kita letakkan di awal atau bisa juga di kalimat akhir paragraf.
Gagasan pokok yang ada pada kalimat awal tadi bisa disebut dengan paragraf deduktif.    Pola penyajiannya dengan menggunakan pernyataan yang bersifat umum.  Artinya, kalimat yang kita buat itu masih memerlukan data pendukung yang lebih rinci. Selanjutnya kalimat yang mengandung gagasan pokok tadi disebut kalimat utama. Kemudian data pendukung  dijadikan sebagai gagasan penjelasnya. Gagasan penjelas ini dibuat menjadi kalimat penjelas.
Kita bisa juga mendahulukan data pendukung secara rinci lalu diakhiri dengan kesimpulan. Paragraf seperti ini disebut paragraf induktif.

(bersambung…)



Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter