Suatu
hari Andin (5 th) menangis tersedu-tersedu. Ia baru dari gudang. Bergegas
memeluk ibunya yang asyik nonton tv.
"Ada
apa, Nak?" tanya ibunya. Heran.
"Andin sayang mama," ucapnya berkali-kali di
sela-sela tangis.
"Ya, ya. Mama juga, Nak." ucap ibunya sambil
membelainya.
Selidik punya selidik,
ternyata Andin baru menyaksikan kucing
kesayangannya melahirkan anak. Rupanya ia membayangkan seperti itu sakitnya
melahirkannya. Dimana kucing itu meraung-raung. Ia membayangkan betapa ia yg
beratnya 4,9 kg saat dlahirkan, paling berat diantara 2 saudaranya.
Tiba-tiba, mamanya juga menangis tersedu-sedu. Ia
memeluk erat anaknya. Cuma dalam pikiran mamanya mengenang nenek anak itu yang
melahirkan dirinya dan membesarkannya hingga menjadi mama pula.
"Maaf, hari raya ini anakmu belum berkesempatan
pulang mencium tanganmu, bahkan mengirimimu sesuatu yang kau perlukan pun belum
mmpu," ucapnya di hati sambil mngusap air matanya dengan ujung jilbabnya.
"Kok, Mama nangis juga?" ucap Andin.
"He ih."
Ditulis oleh Hasbi Salim
