Pages

Ads 468x60px

Kamis, 29 September 2016

SUPER TEEN MUSLIM: CUAP-CUAP PEMUDA


Halo sobat muda! Halo!!! Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.... Nah lo…. Hehehe becanda guys!
Sebelum kita mulai lebih lanjut, kita sedikit perkenalan dulu. Karena tak kenal maka tak sayang. Nama saya Irza Setiawan, dilahirkan di Amuntai, sebuah kota kabupaten Huku Sungai Utara Propinsi Kalimantan Selatan, tanggal 3 rabiul akhir 1408 H atau 24 November 1987. Berpropesi sebagai dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai.
Oke deh, memulai pertemuan kita di Room Super Ten Muslim ini, ada sebuah pertanyaan: Harapan negara? Pemuda; Harapan keluarga? Pemuda; Harapan pemudi? Ya pemuda juga lah….
Sekarang, kita coba pirtinyiinnyi lain (sok ngikut gaya Tukul Arwana): Yang kena narkoba? Pemuda; Yang kena seks bebas? Pemuda; Yang tawuran pakai seragam sekolah? Pemuda juga.
Ya, memang usia remaja adalah usia pertengahan antara anak-anak dan dewasa. Disebut anak-anak kayaknya gak juga. Kalaupun disebut dewasa ya gak juga. Dan saat usia ini rasa ingin tempe, eh, tahunya tinggi sekali. Ingin mencoba hal-hal yang baru, berkreasi, dan sebagainya. Tapi, jikalau proses pencarian jati dirinya salah, akibatnya bisa fatality (kayak mortal kombat aja).
Sebelum membahas seputar ini lebih lanjut, mari kita buka dengan sebuah dialog antara ayah dan anak:
Ada seorang anak yang berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, bolehkah aku melompat dari gedung yang tinggi
Si ayah langsung menjawab, “Jangan! Itu bahaya, Nak! Jangan kau lakukan itu!
Tapi sang anak bersikeras. “Pokoknya aku ingin melompat dari gedung yang tinggi.
Si ayah kemudian menjawab “Jika kau melompat, maka ayah akan pukul kamu.”
Timbul sebuah pertanyaan, apakah si ayah memukul ini berniat untuk menyakiti anaknya atau tidak? Ternyata tidak! Ayah itu sangat sayang kepada anaknya. Ayah tahu bahwa jikalau anak tadi melompat, maka akan membahayakan diri anaknya. Maka si ayah mencegah anak tersebut untuk melompat dari gedung yang tinggi.
Sekarang kita berpikir, mengapa makanan/minuman haram dilarang seperti alkohol, narkoba, daging babi dan seterusnya? Mengapa seks bebas, kumpul kebo dilarang? Karena itu berbahaya bagi kita. Jangankan oleh agama Islam, agama lain pun melarang perbuatan nista tersebut. Misalnya larangan minuman keras pada bible yang memerintahkan orang Kristen untuk menjauhkan diri dari kemabukan (Efesus 5:18). Bible juga melarang perbuatan zina (Matius 5:27) dan makan daging babi (imamat 11:7-8).
Al Quran, sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu, juga melarang perbuatan nista seperi makan minum yang haram, dan berzina. Larangan minuman keras serta zat memabukkan sejenis narkoba bisa kita pelajari di Al Quran surah Al Maidah ayat 90: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (TQS: Al-Maidah Ayat: 90)

Oke sobat muda, lantas kenapa alkohol atau zat memabukkan lain dilarang? Karena Allah Maha Tahu bahwa jikalau minum alkohol, narkoba, dan sejenisnya berbahaya bagi diri kita. Allah sayang kepada kita sehingga melarang kita. Karena lewat zat seperti itu badan kita bisa rusak, masa depan jadi suram. Belum lagi kalau sudah over dosis, lama-lama kesadaran mulai hilang, badan jadi lemah lunglai, nafas jadi sesak, lenyap kesadaran, akhirnya Almarhum. Kata malaikat maut, “Udah… cabut aja lagi ni nyawanya!” Akhirnya jadi su’ul khatimah, kematian yang buruk. Nauzubillah.
Belum lagi kalau mabuk, jadi orang teler, jalannya aja sempoyongan. Saking sempoyongannya bisa aja langsung kita dorong tu tubuhnya sampai jatuh masuk dalam got. Nah, yang namanya gak sadar, maka muncullah kemaksiatan yang katanya sih kagak sengaja. Zina gak sengaja, ngebunuh gak sengaja, malak gak sengaja.
Zina juga dilarang keras oleh agama Islam. Penyakit ini banyak banget kasusnya menimpa anak muda. Memang, kita diciptakan dengan naluri melestarikan jenis, atau istilah kerennya gharizatun nau. Karena naluri inilah, maka cowok tertarik dengan cewek, begitu juga sebaliknya. Jadi kalau ada cowok sama cowok, atau cewek sama cewek itu artinya penyalahan naluri, dan mereka memaksakan diri untuk menyalahi nalurinya.
Sobat muda, mendekati zina itu di larang keras dalam Islam. Mari kita simak firman Allah SWT pada kitab suci Al Quran, “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (TQS. Al-Israa’: 32)
Oh, jadi yang dilarang mendekati zina dong, artinya berzinanya kagak apa-apa ya?
Nah lo, pegimane sih, mendekati aja sudah dilarang apalagi melakukan, Sob.
Serius?? Habisnya kan bunyi ayatnya yang dilarang cuma mendekati saja.
Mendekati saja sudah bahaya, apalagi melakukan zina, tentunya sangat dilarang. Mari simak lagi surah Al-Furqaan ayat 68, “Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).
Nah, ni buktinya! Ada ayat yang langsung menjelaskan jangan berzina. Jadi yang dilarang bukan mendekati saja, berzinanya juga di larang, Sob.
Oke lah... kalau ngomong masalah gampang, ngomongin kasus gampang. Dari tadi kita ngomongin masalah mulu, kemudian berbicara larangan. Tapi, larangan ini bukan saya yang berkata lo, tapi firman Allah langsung. Allah melarang segala perbuatan maksiat tersebut bukan bermaksud mengekang kebebasan kita, tapi karea Allah sayang sama kita.
Kasih solusi atau saran yang lain dong, biar kita bisa ngejaga diri kita dari kemaksiatan, karena godaan zaman sekarang lagi sadis-sadisnya. Terkadang kita tahu bahwa segala tingkah laku kemaksiatan itu dilarang, tapi godaannya, men…. Apa saran lain biar kita bisa istiqomah dalam ketaatan?
Ya. Nanti insya Allah kita bahas secara bertahap. Yang penting terus baca cuap-cuap saya di Read Zone, terusin belajarnya, terusin ngamalin ilmunya. Saya pun yang cuap-cuap ini juga sama-sama belajar.
“Stop Talk, now take action, do the best, Bismillah”

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. [ ]

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter