Halo sobat muda! Halo!!! Nomor yang anda
tuju sedang tidak aktif.... Nah lo…. Hehehe… becanda guys!
Sebelum kita mulai lebih lanjut, kita sedikit perkenalan dulu. Karena
tak kenal maka tak sayang. Nama saya Irza Setiawan, dilahirkan di Amuntai, sebuah kota kabupaten Huku Sungai Utara
Propinsi Kalimantan Selatan, tanggal 3 rabiul akhir 1408 H atau 24
November 1987. Berpropesi
sebagai dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai.
Oke deh, memulai
pertemuan kita di Room Super Ten Muslim ini, ada sebuah pertanyaan: Harapan
negara? Pemuda; Harapan
keluarga? Pemuda; Harapan
pemudi? Ya pemuda juga
lah….
Sekarang, kita coba pirtinyiinnyi
lain (sok
ngikut gaya
Tukul Arwana): Yang kena narkoba?
Pemuda; Yang kena
seks bebas? Pemuda; Yang tawuran
pakai seragam sekolah? Pemuda juga.
Ya, memang usia
remaja adalah usia pertengahan antara anak-anak dan dewasa. Disebut
anak-anak kayaknya gak juga. Kalaupun
disebut dewasa ya gak juga. Dan saat usia
ini rasa ingin tempe, eh, tahunya
tinggi sekali. Ingin mencoba
hal-hal yang baru, berkreasi, dan sebagainya. Tapi, jikalau
proses pencarian jati dirinya salah, akibatnya bisa fatality (kayak mortal kombat aja).
Sebelum membahas seputar ini lebih lanjut, mari kita buka dengan sebuah
dialog antara ayah dan anak:
Ada seorang anak yang
berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, bolehkah aku melompat dari gedung yang
tinggi”
Si ayah langsung
menjawab, “Jangan! Itu bahaya, Nak! Jangan kau
lakukan itu!”
Tapi sang anak
bersikeras. “Pokoknya
aku ingin melompat dari gedung yang tinggi.”
Si ayah kemudian menjawab
“Jika kau melompat, maka ayah akan pukul kamu.”
Timbul sebuah pertanyaan, apakah si ayah memukul
ini berniat untuk menyakiti anaknya atau tidak? Ternyata tidak! Ayah itu
sangat sayang kepada anaknya. Ayah tahu
bahwa jikalau anak tadi melompat, maka akan membahayakan diri anaknya. Maka si ayah
mencegah anak tersebut untuk melompat dari gedung yang tinggi.
Sekarang kita berpikir,
mengapa makanan/minuman haram dilarang seperti alkohol, narkoba, daging babi
dan seterusnya? Mengapa seks
bebas, kumpul kebo dilarang? Karena itu
berbahaya bagi kita. Jangankan oleh agama Islam, agama
lain pun melarang
perbuatan nista tersebut. Misalnya larangan minuman keras pada bible yang memerintahkan orang Kristen untuk
menjauhkan diri dari kemabukan (Efesus 5:18). Bible juga
melarang perbuatan zina (Matius 5:27) dan makan daging babi (imamat 11:7-8).
Al Quran, sebagai
penyempurna kitab-kitab terdahulu, juga melarang perbuatan nista seperi makan
minum yang haram, dan berzina. Larangan
minuman keras serta zat
memabukkan sejenis narkoba bisa
kita pelajari di Al Quran surah Al Maidah ayat 90: “Hai
orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan.
Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (TQS: Al-Maidah Ayat: 90)
Oke sobat muda, lantas kenapa alkohol atau zat memabukkan
lain dilarang? Karena Allah Maha Tahu bahwa jikalau minum alkohol, narkoba, dan
sejenisnya berbahaya bagi diri
kita. Allah sayang kepada kita sehingga
melarang
kita. Karena lewat zat seperti itu badan kita bisa rusak, masa depan
jadi suram. Belum lagi kalau sudah over dosis, lama-lama kesadaran
mulai hilang, badan jadi lemah lunglai, nafas jadi sesak, lenyap kesadaran,
akhirnya Almarhum. Kata malaikat maut, “Udah… cabut aja lagi ni nyawanya!” Akhirnya jadi su’ul
khatimah, kematian yang buruk. Nauzubillah.
Belum lagi kalau mabuk, jadi orang teler, jalannya aja
sempoyongan. Saking sempoyongannya bisa aja langsung kita dorong tu
tubuhnya sampai jatuh masuk dalam got. Nah, yang namanya gak
sadar, maka muncullah kemaksiatan yang katanya sih kagak sengaja. Zina gak sengaja,
ngebunuh gak sengaja, malak gak sengaja.
Zina juga dilarang keras oleh agama Islam. Penyakit ini banyak banget kasusnya menimpa anak muda. Memang, kita diciptakan dengan naluri melestarikan jenis, atau
istilah kerennya gharizatun nau. Karena naluri inilah, maka cowok tertarik dengan cewek, begitu juga sebaliknya. Jadi kalau ada cowok sama cowok, atau
cewek sama cewek itu artinya penyalahan naluri, dan mereka memaksakan diri
untuk menyalahi nalurinya.
Sobat muda, mendekati zina itu di larang keras dalam Islam. Mari kita simak firman Allah SWT pada kitab suci Al Quran, “Dan
janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (TQS. Al-Israa’: 32)
Oh, jadi yang dilarang mendekati zina
dong, artinya berzinanya kagak apa-apa ya?
Nah lo, pegimane
sih, mendekati aja sudah dilarang apalagi melakukan, Sob.
Serius??
Habisnya kan bunyi ayatnya yang dilarang cuma
mendekati saja.
Mendekati saja sudah bahaya, apalagi melakukan zina, tentunya sangat dilarang. Mari simak
lagi surah Al-Furqaan ayat
68, “Dan orang-orang yang tidak
menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan
Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina,
barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat
(pembalasan) dosa(nya).”
Nah, ni buktinya! Ada ayat
yang langsung menjelaskan jangan berzina. Jadi yang dilarang bukan
mendekati saja, berzinanya juga di larang, Sob.
Oke lah... kalau ngomong masalah gampang, ngomongin kasus gampang. Dari
tadi kita ngomongin masalah mulu,
kemudian berbicara larangan. Tapi,
larangan ini bukan saya yang berkata lo, tapi firman Allah langsung.
Allah melarang segala perbuatan
maksiat tersebut bukan bermaksud
mengekang kebebasan kita, tapi karea Allah sayang sama kita.
Kasih solusi
atau saran yang lain dong, biar kita bisa ngejaga diri kita dari kemaksiatan,
karena godaan zaman sekarang lagi sadis-sadisnya. Terkadang kita tahu bahwa segala tingkah
laku kemaksiatan itu dilarang, tapi godaannya, men…. Apa saran lain biar kita bisa
istiqomah dalam ketaatan?
Ya. Nanti insya
Allah kita bahas secara bertahap. Yang penting terus
baca cuap-cuap saya di Read Zone, terusin
belajarnya, terusin ngamalin ilmunya. Saya pun yang cuap-cuap
ini juga sama-sama belajar.
“Stop Talk,
now take action, do the best, Bismillah”
Subhanaka Allahuma
wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik. [ ]
