Puisi I
KESETIAAN
LUKA
Mungkin kau sudah teramat lupa
Bagaimana sebuah kenangan tumbuh dari biji-biji rindu dan
pertemuan yang ditunggu
Padahal kau sering memastikan bahwa cinta teramat kuno
Jika saban hari adalah kepuitisan menjadi tiba-tiba
Di sini tubuhku nyaris menjatuhkan diri pada sungai
kesedihan
Mencoba menyemai benih perasaan adalah penolakan yang lembut
tapi perlahan
Meski pada akhirnya tak ada yang tahu bahwa luka teramat
sakit jika sering dipendam
Sebab diam adalah sisi rahasia perempuan yang semestinya
dipahami kalian
Meskipun begitu, mengakrabkan diri pada diamnya kesetiaan luka
Adalah kisah yang tak perlu terburu-buru dirampungkan
Blitar, 2016
Puisi II
SEMACAM RINDU
Aku rindu seperti begini
: seorang yang benar-benar ingin mengantar rindu
Melepas masa lalu dari belenggu
Mengabadikan namaku dalam judul paling puitis
Diam-diam mengabarkan ke penjuru langit dan bumi
Bahwa usia rindu tak sepenuhnya di ketahui
Blitar, 2016
Puisi III
KEPADA PUISI
Kepada puisi-puisi yang usai dipetik masa lalu
Mendengkur lembut diantara kenangan dan benih-benih rindu
Kembalilah ke lubang dadaku yang pernah menyimpan percakapan
dan perjanjian kita
Disaksikan kesunyian dan air mata kesedihan
Sebelum ritual penyambutan berlangsung
Kesetiaan selalu dimuntahkan rencana hari depan
Dan segala yang puitis akan kembali
Biodata:
Alfa Anisa adalah nama pena dari Anisa Alfi Nur Fadilah. Lahir
di Blitar, 28 Maret 1995. Mahasiswi program
ilmu komunikasi di Universitas Islam Balitar dan berdomisili di
bumi Bung Karno, Blitar Jawa Timur. Saat ini aktif berkegiatan
di Komunitas Sastra Hangudi Kota Blitar.
