Puisi I
HUJAN
YANG MENELANMU
kepada
hujan, yang menelanmu
menetaskan
seribu pilu yang terbasuh
di
atas kepala dan badan
serta
kata yang tak mampu kau ucapkan?
sebelum
sempat di utarakan
dalam
ringis yang bertakbir
sebegitu
getir
dan desir di setiap tetesnya
bawakan luka
mengendap di teras hati
menjadi semacam phobia terlara
yang buncah
kepada suara yang menenggelamkannya
dalam jeritan-jeritan
dalam mimpi yang mengangan,
harapan
Prabumulih,
2016
Puisi II
SAJAK MEMBACA KITA
sang
waktu ibaratkan sebuah cerita
tentang
penantian panjang
dari
garisnya paling bujang, yang membentang
mengajakku
lebih dulu membias senyuman
kepada sang bulan
di
atas jalan cinta setara arjuna,
kujadikan kau hiasan
dengan
berbagai cerita kehidupan, bersamamu
menepis
cerita kenangan dulu
kepada
lampau yang terlalu biru
kita
tinggalkan karena membawa haru
dahulu
ada seribu perdebatan
dan
sekarang adalah kemulian
yang
saling menjanjikan; satu sama lain
ada
banyak gugusan-gugusan bintang bertebaran
bercahaya
di antara kita
yang
kuikat dengan rasa, juga asmara
maka,
makanlah kisahnya bersama
sampai
waktu merentah
dan
diamini surga
Cendrawasih, 2016
Puisi III
SAJAK
SEBELUM BERKATA
Kata-kata
ibarat empu cerita
hadir serupa nada paling bahagia
kadang juga berubah nestapa
dengan amarah
hadir serupa nada paling bahagia
kadang juga berubah nestapa
dengan amarah
Amalannya laksana janji setia
atau sumpah kepada yang kuasa
dialirkan ke dalam daksa juga darah,
yang harus dipilah-pilah
Tugu Kecil, 2016
Biodata:
An
Najmi. Berdomisili di
kota kecil Prabumulih, Sumatera Selatan. Puisi-puisinya pernah di muat di
beberapa media nasional, cetak ataupun online seperti DETAK PEKANBARU, Sayap
Kata, Metro Riau, Harian Tribun Sumsel, Xpresi Riau Pos, Posmetro Prabu, Sastra
Mata Benua Banjarmasin, Ruang Aksara, Riaurealita.com, Tetas Kata, Sastra
Dinamika, Sriwijaya Pos, Majalah Buletin Jejak FSB Bekasi, Litera.co.id, Koran
Haluan Padang, Flores Sastra dan Koran Madura. Buku kumpulan puisi perdananya
berjudul Gelombang Paruh Kedua diterbitkan Maret 2016. Puisinya juga banyak
termuat dalam buku antologi bersama di antaranya Malam Larut dan Cerita yang
Membelenggunya.
Saat
ini bergiat sebagai ketua di komunitas puisi COMPETER (Community Pena Terbang)
Palembang, Sumatera Selatan. Merupakan cabang COMPETER (Community Pena Terbang)
– Pekanbaru. Untuk mengenalnya bisa add
FB-nya An Najmi email : star.annajmi@gmail.com

