Pages

Ads 468x60px

Jumat, 16 September 2016

PUISI AN NAJMI: SAJAK HUJAN


Puisi I
HUJAN YANG MENELANMU

kepada hujan, yang menelanmu
menetaskan seribu pilu yang terbasuh
di atas kepala dan badan
serta kata yang tak mampu kau ucapkan?
sebelum sempat di utarakan
dalam ringis yang bertakbir
                           sebegitu getir
dan desir di setiap tetesnya
bawakan luka
mengendap di teras hati
menjadi semacam phobia terlara
yang buncah
kepada suara yang menenggelamkannya
dalam jeritan-jeritan
dalam mimpi yang mengangan,
harapan


Prabumulih, 2016




Puisi II
SAJAK  MEMBACA KITA

sang waktu ibaratkan sebuah cerita
tentang penantian panjang
dari garisnya paling bujang, yang membentang
mengajakku lebih dulu membias senyuman
 kepada sang bulan
di atas jalan cinta setara arjuna,
 kujadikan kau hiasan
dengan berbagai cerita kehidupan, bersamamu
menepis cerita kenangan dulu
kepada lampau yang terlalu biru
kita tinggalkan karena membawa haru
dahulu ada seribu perdebatan
dan sekarang adalah kemulian
yang saling menjanjikan; satu sama lain
ada banyak gugusan-gugusan bintang bertebaran
bercahaya di antara kita
yang kuikat dengan rasa, juga asmara
maka, makanlah kisahnya bersama
sampai waktu merentah
dan diamini surga


Cendrawasih, 2016




Puisi III
SAJAK SEBELUM BERKATA

Kata-kata ibarat empu cerita
hadir serupa nada paling bahagia
kadang juga berubah nestapa
dengan amarah

Amalannya laksana janji setia
atau sumpah kepada yang kuasa
dialirkan ke dalam daksa juga darah,
yang harus dipilah-pilah


Tugu Kecil, 2016




Biodata:
An Najmi. Berdomisili di kota kecil Prabumulih, Sumatera Selatan. Puisi-puisinya pernah di muat di beberapa media nasional, cetak ataupun online seperti DETAK PEKANBARU, Sayap Kata, Metro Riau, Harian Tribun Sumsel, Xpresi Riau Pos, Posmetro Prabu, Sastra Mata Benua Banjarmasin, Ruang Aksara, Riaurealita.com, Tetas Kata, Sastra Dinamika, Sriwijaya Pos, Majalah Buletin Jejak FSB Bekasi, Litera.co.id, Koran Haluan Padang, Flores Sastra dan Koran Madura. Buku kumpulan puisi perdananya berjudul Gelombang Paruh Kedua diterbitkan Maret 2016. Puisinya juga banyak termuat dalam buku antologi bersama di antaranya Malam Larut dan Cerita yang Membelenggunya.
Saat ini bergiat sebagai ketua di komunitas puisi COMPETER (Community Pena Terbang) Palembang, Sumatera Selatan. Merupakan cabang COMPETER (Community Pena Terbang) – Pekanbaru.  Untuk mengenalnya bisa add FB-nya An Najmi email : star.annajmi@gmail.com




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter