Pages

Ads 468x60px

Selasa, 11 Oktober 2016

AINUN MUBIN MISBAH N: DANAU TEMPE


Aku akan memperkenalkan tempat wisata yang terkenal di kampungku, Kabupaten Wajo atau terkenal dengan sebutan Sengkang. Selain disebut Kota Sutera, kampungku ini ternyata memiliki danau yang terkenal. Namanya adalah Danau Tempe. Eits, kata “Tempe” ini diambil karena danau ini terletak di Kecamatan Tempe.
Pada masa lampau, Danau Tempe digunakan sebagai jalur pelayaran sekaligus penghubung antara Selat Makassar dengan Teluk Bone. Yaitu sebagai  penghubung Teluk Bone dengan Sungai Walanoe. Adanya jalur pelayaran, membuat danau ini berubah dari masa ke masa.
Ada 4 tahap perubahan dari Danau Tempe. Tahap pertama terjadi sebelum Masehi, Pulau Sulawesi bagian selatan masih terpisah oleh selat. Tahap kedua berlangsung dari abad ke-1 sampai abad 16 Masehi, saat itupendangkalan dan penyempitan selat. Kemudian, abad 17 dan 18  ini terjadi tahap ketiga. Setelah semua tahap itu, akhirnya terbentuklah danau yang memgelilingi 7 kecamatan. Yaitu mulai dari kecamatan Tempe, Belawa, Wajo, Tanah Sitolo, Maniangpajo, dan Sabangparu. Bukan Sabang Sampai Merauke, ya. Hahaha.
Oh ya, Danau Tempe ini memang sangat luas, lho! Diperkirakan luasnya mencapai 13 hektar. Air pada danau ini berasal dari Sungai Bila. Selain itu, letaknya pun strategis, yakni di antara Benua Asia dan Australia. Sehingga, kita dapat menemukan berbagai jenis ikan air tawar ketika berkunjung ke sana. Jangan lupa, Danau Tempe ini dikategorikan sebagai Danau Tektonik.
Setiap 23 Agustus, diadakan acara festival laut di Danau Tempe ini. Orang bugis biasa menyebut festival ini Maccera Tappareng. Pemimpin acara ini yaitu Ketua Nelayan. Selain itu, ada pula lomba perahu hias, lomba layang-layang tradisional hingga Pagelaran musik yang mengiringi tarian Bissu. Wah, sangat menarik, ya! Ayo teman-teman datang dan ramaikan festival ini! Hingga saat ini, Danau Tempe telah menjadi objek wisata yang menarik. Hal ini membuatku bangga dengan Sengkang, kampung halamanku. [ ]



BIODATA
Perkenalkan, namaku Ainun Mubin Misbah N. Umurku 14 tahun . Aku bersekolah di SMP Negeri 8 Makassar dan mengikuti organisasi Jurnalistik.
Jika ingin berkenalan lebih lanjut, bisa melalui E-mail : putriainun38@gmail.com, serta akun instagramku :  ainunmubin. Alamat rumah : Jl. Toddopuli Raya Timur, Perum. Ilma Green Residence Blok DL No. 43 Makassar 90233.
9 buku yang telah terbit : Ketika Senja Mulai Redup (Kaifa Publishing, 2016), Karena Allah (Pena Indis, 2016) , Nada-Nada Rindu (Gema Media Wonosobo, 2016), Ritme Syair Mimpi (Isy Karima Media, 2016), Falsafah Yang Rendah Yang Kuselami Di Batang Canduku (Gusmus Pustaka, 2016), Pesona Kotaku (FAM Publishing, 2016), 99 Antologi Perempuan (Bintang Visitama, 2016), Bunga Abadi (Rumahkayu, 2016), Indonesia (Nahima Press, 2016).
Artikelku “Hebohnya Ultah Ainun” dimuat di koran Tribun Timur (2009), dan artikelku “Masa Depan Kita Bukanlah Untuk Menjadi Robot Canggih” dimuat di Devils Of Death (salah satu media online sastra).
Prestasiku antara lain Juara Hiburan Lomba Menulis “Pengalamanku Bersama Scots Emulsion” (2011), Juara Hiburan Lomba Mewarnai Permen Allpeliebe (2011), Peringkat II Penamatan SD Negeri Kompleks IKIP 1 Makassar (2014), Juara Harapan III Lomba Menulis Surat Untuk Walikota Makassar  (2015), Peringkat I kelas VII (2015), Siswa Berprestasi kelas VIII SMP Negeri 8 Makassar (2016).



Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter