Halo
semuanya, ketemu lagi dengan room super teen muslim! Kali
ini kita bakalan ngebahas kelanjutan tentang nikah muda pada edisi sebelumnya. Dan
seperti yang saya bilang bahwa nikah muda ini merupakan salah satu solusi
efektif untuk mengatasi maraknya kenakalan remaja di zaman sekarang. Memang
kalau bicara nikah muda, pasti ada pro dan kontra di masyarakat. Ya kita
hargai tiap pendapat masing-masing orang. Tapi, rasanya kalau ada yang tidak sependapat dengan nikah muda,
artinya dia juga tidak sependapat dengan pacaran muda, karena lebih baik nikah
muda daripada zina muda, ya kagak?
Kita semua yang normal pasti
memiliki ketertarikan dengan lawan jenis, cowok sama cewek, cewek sama cowok,
kalau cowek kagak ada ya…. Nah, bagaimana kalau masalahnya itu ada seorang yang ingin
sekali nikah muda untuk ngejaga kesucian dirinya, tapi belum siap untuk
menjalani proses nikah muda. Pegimane
urusannya?
Kebanyakan pemuda ataupun pemudi
memang zaman sekarang lebih condong memilih cara yang extreme, seperti pacaran
misalnya. Nah, kalau
orang pacaran biasanya dimulai dengan ungkapan perasaan cintong dulu, eh cinta
maksudnya. Tapi, aktivitasnya bukan menjurus kepada kesucian cinta itu
sendiri, melainkan lebih banyak memperturutkan hawa nafsu. Contoh, ada lelaki yang mengatakan cinta kepada seorang perempuan
yang bukan mahramnya, tapi wujud perasaannya itu diaplikasikan dengan perbuatan
mendekati zina bahkan sampai berzina. Ini
bukan cinta artinya, karena kalau seseorang benar-benar cinta, maka dia tidak
mungkin mau menodai kesucian orang yang dicintainya tanpa ikatan syariat. Dia
tidak mungkin menjerumuskan orang yang dicintainya ke lembah dosa.
Lantas, bagaimana kalau kita ingin menjaga kesucian cinta? Ya, melalui nikah caranya, atau kalau perlu nikah muda. Iye..., masalahnya
ingin nikah muda tapi belum siap pegimane? Oke…. Don’t Be A Bingunger! Ada
beberapa tips dari saya buat ente-ente yang ingin ngejaga diri, tapi belum siap
nikah.
Yang
pertama tipsnya adalah berpuasa, Puasa
adalah perisai, benteng dari segala syahwat yang melenakan. Saat berpuasa kita bukan hanya dituntut untuk
tidak makan dan minum, tapi kita juga dituntut untuk mengendalikan hawa nafsu. Orang yang berpuasa maka hatinya akan bersih,
hati yang bersih merupakan cerminan kemuliaan akhlak, dan tentunya dengan
berpuasa potensi untuk melakukan maksiat menjadi memudar. Hal ini bisa menjaga perilaku-perilaku yang
negatif yang tentunya bisa membawa dampak kebinasaan baik bagi pelakunya maupun
bagi orang lain.
Tips kedua lakukan aktivitas bermanfaat. Tidak bisa dipungkiri ketertarikan dengan
lawan jenis terkadang bisa melenakan. Naluri ini memang indah, tapi tentunya bisa
dikendalikan, salah satu cara mengendalikan naluri ini adalah dengan membatasi
komunikasi dengan lawan jenis yang tidak halal bagi kita, kemudian mengalihkan
pikiran dengan mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat. Carilah hobi yang bermanfaat agar waktu kita
tidak dihabiskan untuk memikirkan lawan jenis yang tentunya tidak halal bagi
kita.
Tips Ketiga, pake rumus “CUT”. Saat membuat film, biasanya sutradara punya dua
kata yang sangat sering diucapkan, yaitu
“action” dan “cut”. Secara sederhana cut itu artinya menghentikan
adegan yang dimainkan oleh aktor. Istilah ini bisa kita gunakan dalam menjaga
perilaku saat berhubungan dengan lawan jenis, karena setiap godaan itu selalu
bertahap. Bisa kita gambarkan sebagai berikut :
1.
Pandangan Pertama
2.
Terpesona
3.
Mendekati si dia
4.
Minta nomor hp
5.
Semakin mesra
6.
Terjadi perzinahan
7.
Hamil di luar nikah
8.
Aborsi, nutup aib
9.
Dan seterusnya
Godaan yang terjadi selalu bertahap, karena
itu dari awal saja, dari pandangan pertama langsung kita “cut” (hentikan).
Kemudian alihkan pandangan. Kenapa harus di cut dari awal? Karena kalau tidak di-cut dari awal maka godaan-godaan tahapan
selanjutnya akan semakin berat dan memperangkap kita
Nah
jika ketiga tips ini sudah kita jalankan, tapi godaannya masih berat juga,
artinya anda sudah masuk kategori wajib untuk menikah, karena nikah itu adalah
kuncinya rezeki.
Kita tutup bahasan ini dengan sebuah puisi :
Wahai hati, katakan sejujurnya
Ini cinta atau nafsu
Saat hati berkata ini cinta
Mengapa mata ini bagai panah
iblis yang bisa menusuk
Saat hati berkata ini cinta
Mengapa telinga ini bagai
mendengar nyanyian syaitan terkutuk
Saat hati berkata ini cinta
Kenapa pertemuan ini selalu di
kelilingi syahwat
Janganlah kau berkata kau
mencintaiku
Jika cinta ini akan menjerumuskan
kita
Tapi katakanlah aku ingin
menikah denganmu
Mengambil Jalan Sucinya Ilahi
Sesuci cinta Yusuf dan Zulaikha
Yang lebih memilih penjara
daripada terbuai nafsu
Seperti tegarnya cinta Ali dan
Fathimah
Yang selalu di kelilingi surga
meski kesulitan ekonomi melilit
Aku memang mencintaimu karena
Allah
Karena itu kan kutempuh aturan
Allah untuk mendapat cintamu
Ditulis oleh Irza Setiawan
