Pages

Ads 468x60px

Kamis, 13 Oktober 2016

SUPER TEEN MUSLIM: CINTA ATAU NAFSU


Halo semuanya, ketemu lagi dengan room super teen muslim! Kali ini kita bakalan ngebahas kelanjutan tentang nikah muda pada edisi sebelumnya. Dan seperti yang saya bilang bahwa nikah muda ini merupakan salah satu solusi efektif untuk mengatasi maraknya kenakalan remaja di zaman sekarang. Memang kalau bicara nikah muda, pasti ada pro dan kontra di masyarakat. Ya kita hargai tiap pendapat masing-masing orang. Tapi, rasanya kalau ada yang tidak sependapat dengan nikah muda, artinya dia juga tidak sependapat dengan pacaran muda, karena lebih baik nikah muda daripada zina muda, ya kagak?
Kita semua yang normal pasti memiliki ketertarikan dengan lawan jenis, cowok sama cewek, cewek sama cowok, kalau cowek kagak ada ya…. Nah, bagaimana kalau masalahnya itu ada seorang yang ingin sekali nikah muda untuk ngejaga kesucian dirinya, tapi belum siap untuk menjalani proses nikah muda. Pegimane urusannya?
Kebanyakan pemuda ataupun pemudi memang zaman sekarang lebih condong memilih cara yang extreme, seperti pacaran misalnya. Nah, kalau orang pacaran biasanya dimulai dengan ungkapan perasaan cintong dulu, eh cinta maksudnya. Tapi, aktivitasnya bukan menjurus kepada kesucian cinta itu sendiri, melainkan lebih banyak memperturutkan hawa nafsu. Contoh, ada lelaki yang mengatakan cinta kepada seorang perempuan yang bukan mahramnya, tapi wujud perasaannya itu diaplikasikan dengan perbuatan mendekati zina bahkan sampai berzina. Ini bukan cinta artinya, karena kalau seseorang benar-benar cinta, maka dia tidak mungkin mau menodai kesucian orang yang dicintainya tanpa ikatan syariat. Dia tidak mungkin menjerumuskan orang yang dicintainya ke lembah dosa.
Lantas, bagaimana kalau kita ingin menjaga kesucian cinta? Ya, melalui nikah caranya, atau kalau perlu nikah muda. Iye..., masalahnya ingin nikah muda tapi belum siap pegimane? Oke…. Dont Be A Bingunger! Ada beberapa tips dari saya buat ente-ente yang ingin ngejaga diri, tapi belum siap nikah.
Yang pertama tipsnya adalah berpuasa, Puasa adalah perisai, benteng dari segala syahwat yang melenakan. Saat berpuasa kita bukan hanya dituntut untuk tidak makan dan minum, tapi kita juga dituntut untuk mengendalikan hawa nafsu. Orang yang berpuasa maka hatinya akan bersih, hati yang bersih merupakan cerminan kemuliaan akhlak, dan tentunya dengan berpuasa potensi untuk melakukan maksiat menjadi memudar. Hal ini bisa menjaga perilaku-perilaku yang negatif yang tentunya bisa membawa dampak kebinasaan baik bagi pelakunya maupun bagi orang lain.
Tips kedua lakukan aktivitas bermanfaat. Tidak bisa dipungkiri ketertarikan dengan lawan jenis terkadang bisa melenakan. Naluri ini memang indah, tapi tentunya bisa dikendalikan, salah satu cara mengendalikan naluri ini adalah dengan membatasi komunikasi dengan lawan jenis yang tidak halal bagi kita, kemudian mengalihkan pikiran dengan mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat. Carilah hobi yang bermanfaat agar waktu kita tidak dihabiskan untuk memikirkan lawan jenis yang tentunya tidak halal bagi kita.
Tips Ketiga, pake rumus “CUT”. Saat membuat film, biasanya sutradara punya dua kata  yang sangat sering diucapkan, yaitu “action” dan “cut”. Secara sederhana cut itu artinya menghentikan adegan yang dimainkan oleh aktor. Istilah ini bisa kita gunakan dalam menjaga perilaku saat berhubungan dengan lawan jenis, karena setiap godaan itu selalu bertahap. Bisa kita gambarkan sebagai berikut :
1.      Pandangan Pertama
2.      Terpesona
3.      Mendekati si dia
4.      Minta nomor hp
5.      Semakin mesra
6.      Terjadi perzinahan
7.      Hamil di luar nikah
8.      Aborsi, nutup aib
9.      Dan seterusnya
Godaan yang terjadi selalu bertahap, karena itu dari awal saja, dari pandangan pertama langsung kita “cut” (hentikan). Kemudian alihkan pandangan. Kenapa harus di cut dari awal? Karena kalau tidak di-cut dari awal maka godaan-godaan tahapan selanjutnya akan semakin berat dan memperangkap kita
Nah jika ketiga tips ini sudah kita jalankan, tapi godaannya masih berat juga, artinya anda sudah masuk kategori wajib untuk menikah, karena nikah itu adalah kuncinya rezeki.
Kita tutup bahasan ini dengan sebuah puisi :

                Wahai hati, katakan sejujurnya
Ini cinta atau nafsu
Saat hati berkata ini cinta
Mengapa mata ini bagai panah iblis yang bisa menusuk
Saat hati berkata ini cinta
Mengapa telinga ini bagai mendengar nyanyian syaitan terkutuk
Saat hati berkata ini cinta
Kenapa pertemuan ini selalu di kelilingi syahwat
Janganlah kau berkata kau mencintaiku
Jika cinta ini akan menjerumuskan kita
Tapi katakanlah aku  ingin menikah denganmu
Mengambil Jalan Sucinya Ilahi
Sesuci cinta Yusuf dan Zulaikha
Yang lebih memilih penjara daripada terbuai nafsu
Seperti tegarnya cinta Ali dan Fathimah
Yang selalu di kelilingi surga meski kesulitan ekonomi melilit
Aku memang mencintaimu karena Allah
Karena itu kan kutempuh aturan Allah untuk mendapat cintamu


Ditulis oleh Irza Setiawan


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter