Pages

Ads 468x60px

Selasa, 25 Oktober 2016

ASTRI NOOR FITRIANI: SAKIT


Setiap manusia di dunia ini punya roda kehidupannya masing-masing. Ada yang punya giliran berada di bawah sampai harus terinjak-injak, bonyok, dan nelangsa, dan ada saatnya kita mendapat giliran berada di atas, menghirup angin kemenangan, berjaya, dan bahagia. Begitulah alur hidup yang diciptakan Tuhan untuk kita dengan penuh keadilan yang kadang tak disadari oleh manusia. Orang sakit adalah salah satunya.
Dalam tulisan yang pernah saya baca, siapapun akan lumpuh ketika berhadapan dengan sakit. Terserah itu politikus, kritikus, presiden, ulama, dokter, koruptor, napi, ataupun penjahat dan perampok, sampai orang biasa, semuanya akan ‘tunduk’ sewaktu kebagian giliran sakit. Saya yang saat itu juga tengah sakit hanya bisa membenarkan, perut saya bandel lagi.
 Setuju ataupun tidak, menurut saya orang sakit adalah satu-satunya orang yang paling paham satu hal: Tak selalunya kesempatan sehat berada di tangan mereka. Dalam kesakitan, saya sampai menulis lebih dari sepuluh hashtag tentang orang sakit. Dalam hashtag-hashtag tersebut saya mengeluarkan semua pikiran saya tentang kerugian dan keberuntungan orang sakit. Dan ternyata, ada 1001 keberuntungan khusus untuk orang sakit ketika kita mau dan mampu berlapang dada.
Terkadang ketika kita melihat orang-orang di sekitar kita, kita mungkin berpikir, pernahkah mereka sakit? Mengapa mereka selalu terlihat sehat? Atau, mengapa Tuhan lebih memilih memberikan sakit kepada kita dan bukannya kepada orang lain? Beberapa pertanyaan tersebut wajar saja, karena pikiran orang sakit biasanya berbeda dengan pikiran orang normal. Karena orang sakit hanya bisa merasakan kegembiraan orang lain tanpa bisa masuk ke dalamnya. Karena orang sakit adalah satu-satunya orang yang terpojok di tengah kesibukan manusia-manusia lainnya tanpa bisa bangun dan bergabung dengan mereka. Ibarat daun, orang sakit seperti daun yang jatuh di antara tunas-tunas baru yang tumbuh.
 Tetapi perasaan-perasaan tersebut berhasil teratasi dengan hati nurani saya yang mendadak nyeletuk dari dalam, “Mbok ya makasih gitu dikasih sakit sama Allah. Dia mau merehatkanmu sejenak dari lalu lintas hidup. Sebenarnya waktu sakit, Tuhanmu itu sedang berkata pada malaikat-Nya: Aku memberinya sakit karena dia orang spesial di mata-Ku.” Saya terdiam lagi. Kali ini tak berkutik. Karena mungkin saja, sakit yang saya idap ini adalah bayaran buat dosa-dosa saya yang dengan sangat baik hati berusaha dikurangi oleh Tuhan. Saat saya terbaring sakit, mungkin saja Tuhan sedang menggoyang pohon dosa saya agar daun-daunnya berguguran.
 Maka berbahagialah ketika Anda sakit, karena Anda adalah orang-orang pilihan Tuhan! [ ]




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter