Pages

Ads 468x60px

Minggu, 30 Oktober 2016

HADERI IDERIS: HOBI MENULIS


Menulis sebagai hobi, tak didapat dengan cuma mengatakan aku ingin menulis. Keinginan berbeda jauh dengan hobi. Keinginan itu baru tahap dasar menuju hobi.
Manakala menulis menjadi hobi, kegemaran, kesenangan, apa pun rintangannya, pasti terasa ringan dan mudah diatasi. Rintangannya, mungkin sibuk, tak punya waktu, lelah, sakit dan berbagai macam alasan.
Masalahnya sekarang adalah bagaimana membuat orang yang tadinya tidak hobi menulis menjadi hobi menulis? Lha, bagaimana bisa gemar, menulis itu kan sulit. Menulis itu pekerjaan yang tidak bisa diandalkan. Seperti ini barangkali, pola pikir orang yang tidak hobi menulis.
Kalau pola pikir semacam itu menjadi alasan orang tidak hobi menulis, berarti untuk menjadikan diri kita gemar menulis, yang pertama yang harus kita lakukan adalah mengubah pola pikir kita dulu. Karena apa yang terpola dalam pikiran kita, itulah yang biasanya terjadi. Kita berpikir menulis itu sulit, ya pasti sulit. Kalau berpikir, menulis tidak bisa dijadikan andalan mendapatkan duit, ya itulah yang terjadi.
Kenyataannya memang menulis itu sulit, awalnya. Tapi, dengan menanamkan pola pikir dalam diri kita bahwa menulis itu mudah, akhirnya kita terpacu untuk melakukan dan memang dimudahkan. Sebaliknya, lantaran kita berpikir menulis itu sulit, jangankan melakukan, berkeinginan jadi penulis saja sudah elergi. Jadi, ubah dulu pikiran negatif itu, kemudian timbulkan keinginan yang kuat untuk bisa menulis. Setelah itu, lakukan, lakukan, menulis, menulis dan terus menulis, sampai menulis menjadi kegemaran atau hobi.

Menulis itu mudah, tidak sulit, ya seperti kita berbicara saja. Dari pada berbicara yang tidak bermanfaat mending menulis. Dari pada hanya pintar omong, mending omongan-omongan itu kita tulis. Dari pada hanya hobi omong, mending ditambahin hobinya dengan hobi menulis. [ ]
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter