Menulis sebagai hobi, tak didapat dengan cuma mengatakan aku
ingin menulis. Keinginan berbeda jauh dengan hobi. Keinginan itu baru tahap
dasar menuju hobi.
Manakala menulis menjadi hobi, kegemaran, kesenangan, apa pun
rintangannya, pasti terasa ringan dan mudah diatasi. Rintangannya, mungkin
sibuk, tak punya waktu, lelah, sakit dan berbagai macam alasan.
Masalahnya sekarang adalah bagaimana membuat orang yang tadinya
tidak hobi menulis menjadi hobi menulis? Lha, bagaimana bisa gemar, menulis itu
kan sulit. Menulis itu pekerjaan yang tidak bisa diandalkan. Seperti ini
barangkali, pola pikir orang yang tidak hobi menulis.
Kalau pola pikir semacam itu menjadi alasan orang tidak hobi
menulis, berarti untuk menjadikan diri kita gemar menulis, yang pertama yang
harus kita lakukan adalah mengubah pola pikir kita dulu. Karena apa yang
terpola dalam pikiran kita, itulah yang biasanya terjadi. Kita berpikir menulis
itu sulit, ya pasti sulit. Kalau berpikir, menulis tidak bisa dijadikan andalan
mendapatkan duit, ya itulah yang terjadi.
Kenyataannya memang menulis itu sulit, awalnya. Tapi, dengan
menanamkan pola pikir dalam diri kita bahwa menulis itu mudah, akhirnya kita terpacu
untuk melakukan dan memang dimudahkan. Sebaliknya, lantaran kita berpikir
menulis itu sulit, jangankan melakukan, berkeinginan jadi penulis saja sudah
elergi. Jadi, ubah dulu pikiran negatif itu, kemudian timbulkan keinginan yang
kuat untuk bisa menulis. Setelah itu, lakukan, lakukan, menulis, menulis dan
terus menulis, sampai menulis menjadi kegemaran atau hobi.
Menulis itu mudah, tidak sulit, ya seperti kita berbicara saja.
Dari pada berbicara yang tidak bermanfaat mending menulis. Dari pada hanya pintar
omong, mending omongan-omongan itu kita tulis. Dari pada hanya hobi omong,
mending ditambahin hobinya dengan hobi menulis. [ ]
