Pages

Ads 468x60px

Minggu, 23 Oktober 2016

HADERI IDERIS: MENGENAL LEBIH JAUH POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF


Pola pengembangan paragraf  yang kita bahas sebelumnya berkisar pada peletakkan kalimat utama. Jika kalimat utama yang mengandung ide pokok di awal paragraf disebut paragraf deduktif. Jika di akhir disebut paragraf induktif. Jika di awal dan akhir disebut paragraf  campuran. Jika tersebar di seluruh kalimat disebut paragraf naratif- deskreptif.
Contoh paragraf deduktif
Dalam dunia musik Betawi, terdapat pembauran yang harmonis antara kesenian pribumi dengan unsur kesenian Cina. Pembauran itu nampak pada alat-alat musik gambang kromong yang masih bisa dinikmati hingga sekarang. Sebagian alat musik gambang kromong, seperti kemor, kecrek, gendang, kempul, dan gong adalah unsur pribumi, sedangkan sebagian lagi, yakni kongahyan, tehyan, dan skong merupakan alat musik gesek Cina. Begitu pula dalam lagu-lagu yang biasa dibawakan orkes tersebut, telah terjadi pengadaptasian dan pengadopsian lagu-lagu Cina. Lagu yang disebut pobin,  seperti "Pobin Mano Kongjilok",  "Bankinhwa", "Posilitan", "Caicusiu", dan sebagainya, yang biasanya disajikan secara instrumental  merupakan lagu-lagu yang diadopsi dari lagu Cina. (Alex)
Kalau kita amati paragraf di atas, kalimat utamanya atau gagasan pentingnya terdapat pada kalimat pertama. Gagasannya yaitu mengangkat masalah pembauran musik betawi yang membaur antara musik pribumi dan cina.  Kalimat berikutnya adalah kalimat pendukung atau kalimat penjelas. Hal ini ditandai dengan kata tunjuk itu (pembauran itu), ini berarti menjelaskan kalimat yang di awal. Maka paragraf seperti itu disebut paragraf deduktif.
Selanjutnya paragraf induktif, yaitu paragraf yang memulai paparannya dengan menampilkan fakta,  bukti, alasan, contoh, ilustrasi terlebih dahulu. Setelah itu di  kalimat terakhir penulis membuat kesimpulan.
Pola pengembangan paragraf induktif bisa juga disebut pola pengembangan generalisasi. Pola analogi juga termasuk induktif karena menarik kesimpulan dengan  membandingkan dua hal yang berbeda diambil sisi persamaannya sebagai kesimpulan.
Pola pengembangan sebab-akibat atau akibat-sebab juga termasuk kategori paragraf induktif. Penulis bisa mengemukakan beberapa sebab lalu menyimpulkan satu akibat. Atau penulis memulai dengan mengemukakan akibat-akibat kemudian meyimpulkan dengan satu sebab. Pola ini bisa juga dibentuk menjadi paragraf deduktif yaitu mengemukakan satu akibat lalu merinci apa saja  penyebabnya.
Ada lagi pola pengembangan yang disebut dengan pola defenisi, kronologi.
Kita lanjut mengenal paragraf dilihat dari tujuan penulisannya. Kalau paragraf itu isinya bertujuan memaparkan, menjelaskan, disebut paragraf eksposisi.
Jika bertujuan mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, paragraf itu disebut paragraf persuasi.
Jika isinya menghendaki pembaca bisa menerima pendapat yang dikemukakan dengan memperkuatnya dengan alasan-alasan logis, disebut paragraf argumentasi.
Jika isinya bertujuan menceritakan sesuatu disebut paragraf narasi, dan jika bertujuan menggambarkan suatu agar pembaca seolah melihat, merasakan apa yang digambarkan, paragraf ini disebut paragraf deskrepsi. Narasi dan deskrepsi kebanyakan bisa kita jumpai pada cerpen dan novel. Namun bisa juga pada artikel. [ ]

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter