Pages

Ads 468x60px

Jumat, 21 Oktober 2016

PUISI NURUDDIN AZMI: SETITIK RINDU


Puisi I
SETITIK RINDU

Aku enggan tidur malam ini
Sebab tempo itu, kau dan aku kasih bertemu
Meniti dengan riang, ke ujung tanda-tanda takdir
Membincangkan tentang mana yang harus kupilih

Jalan setapak penuh debu, ataukah 
Senyummu; racun nirwana di dasar jurang kalbuku

Kau yang sinis tersipu, ripuh sendiri
Kau yang kukenang bisu, hening sendiri


Pelaihari, 08 September 2016




Puisi II
JELAS

“Ketika,
setangkai mawar jatuh tanpa kejelasan
deru ombak dingin menyentuh, tiada penjelasan
sepasang merpati terbang jauh, tidak menjelaskan
Di sudut sunyi itu
sekeping kaca rapuh, tak pernah terjelaskan.”
Jelas keluh, tiada bosan


Pelaihari, 02 September 2016




Puisi III
MENANTI KABAR

untaian takdir-takdir itu datang menjemputku dua tiga waktu.
aku termenung sekejap berkelebatan rupa dua tiga haru.
senyum mengembang terang di wajah sendu-ku pada dua tiga rindu. 
"aku segera ke situ."


Pelaihari, 10 September 2016


BIODATA:
Nuruddin Azmi, sekarang tinggal di kota Pelaihari, Kalimantan Selatan. Lahir di Barabai, 31 Mei 1994.





Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter