Pages

Ads 468x60px

Minggu, 13 Maret 2016

PUISI MAHFUZH AMIN

KUPERSEMBAHKAN CINTA UNTUKMU
WAHAI YANG BELUM KUKETAHUI NAMANYA

Kupersembahkan cinta untukmu
Wahai yang belum kuketahui namanya
Sang pelukis baying di sketsa imajinasi
Sang misterius penabur benih rindu
Sang penjaga haluan pelayaran hati
Yang bernama, namun belum bisa disapa
Yang berwujud, namun belum bisa dilihat
Yang tersembunyi, namun bisa dirasa

Apakah kita pernah bertemu
Wahai yang belum kuketahui namanya
Entah pagi tadi, siang tadi, sore tadi, malam tadi
Ataukah masih sekuntum bunga lelap malam?
Entahlah
Semua misteri masa melekat padamu

Kepadamu, wahai yang belum kuketahui namanya
Kusimpan selaksa rindu untukmu
Kan kucurahkan saat kita bertemu
Saat, dimana penantian ini telah sampai di garis penghujung
Bahkan, jin pun tak mampu lagi untuk menghalangi
Saat itu, suatu hari nanti
Kalau kau keluar dari persemayaman lauhil mahfuzh

Kupersembahkan cinta untukmu
Wahai yang belum kuketahui namanya
Ya, hanya untukmu!
Bukan untuk dia, dia, dia, apalagi mereka
Meski kau ada di antara mereka

(dimuat di antologi PInK-C bersama Penyair kab. Tabalong)




KAU YANG KUTEMUKAN NAMUN BUKAN UNTUK DIPERTEMUKAN

Kau kutemukan di sudut penantian yang terputus
Menjelma bak bidadari walau itu tak disadari
Turun bersama embun pagi yang hangat
Membawa ceria, membawa tawa
Memberi cahaya di kegelapan hati
Menyambung langkah yang sempat terhenti

Kupikir, memang kaulah orang itu
Si pemilik nama yang bersemayam di lembah asa
Pelabuhan terakhir menuju samudera impian
Yang akan menuntunku agar tak keluar dari arah mata angina
Menuju kebahagiaan abadi

Ah, ternyata ilusi

Kau memang kutemukan
Namun bukan untuk dipertemukan
Wujudmu hanya sekadar nama
Tertulis di pasir basah yang selalu dibelai ombak
Hilang menjadi semula
Tapi tetap meninggalkan bekas

Tanjung, 02092015

(Dimuat di antologi Liak Liuk Gintur bersama Penyair kab. Tabalong)


TENTANG APA-APA

Kita tak pernah menjadi apa-apa
Apalagi merangkai kisah kasih apa-apa
Biasa saja, tak ada apa-apa
Hanya aku yang merasa ada apa-apa
Sok menjadi apa-apa
Terasa istimewa seperti ada apa-apa
Padahal aku bukan siapa-siapa
Tapi, tak apa-apa
Ini tentangku yang ingin apa-apa
Tentang apa-apa
Tentang siapa
Cinta

Tanjung, 010920105 
(Dimuat di antologi Liak Liuk Gintur bersama Penyair kab. Tabalong) 



Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter