Pages

Ads 468x60px

Jumat, 29 April 2016

PUISI ALMUNA: AKU TANPA JAWABAN


Puisi I
AKU


Aku tersandar dalam gelap malam
Aku merenung dalam bayang
Aku terhempas ombak yang terjal
Aku terjatuh dalam buaian
Aku menangis dalam tawa

Aku tersenyum dalam perih
Aku bahagia dalam luka
Aku belajar  bersandiwara
Aku hidup untuk orang lain
Aku bukanlah diri ku

Aku akan menjadi diriku
Apabila aku kembali seperti dulu
Namun itu hanya masa lalu
Sebab aku telah menjadi benalu
Karena itulah takdirku




Puisi II
GELEBAH  JULUNG


Rasa itu semakin memudar
Bagai hembusan uap di kaca bening
Yang terhapus oleh angin
Bagai tersayat beling saat dia mendekat
Hanya untuk keperluan sesaat
Untung saja aku tersadarkan dari mimpi indah
Yang sebenarnya hanya  sebuah manipulasi  belaka
Aku bangkit dari gelebah yang membuatku lemah
Aku berlari dari julung yang telah ada
Hingga tiba di penghujung jalan yang berharga




Puisi  III
TANPA JAWABAN

Rasa kebanggaan itu terselubung di dalam hati
Mungkin karena kabut yang begitu tebal menyelimuti
Kebanggaan itu menggelora di dalam jiwa
Merasakan bahwa itu sesuatu yang patut dijaga
Tak sadar bahwasanya kebanggaan itu hanya sebuah ilusi
Ilusi yang tak pernah berujung dengan kedamaian hati

Mungkin hanya engkau dan Tuhan yang tahu
Kebanggaan itu tersembunyi di dalam kalbumu
Kalimat manis itu terucap dari bibirmu
Sehingga terkesan indah bagiku

Hati selalu bertanya
Apakah kebenaran itu ada pada dirinya
Hanya dia yang mampu menjawab semuanya
Dengan diam ia menjawabnya

Hanya diam diam dan diam
Itulah dirinya dengan sandiwaranya
Dengan lakon itu dia tersenyum
Seolah tak ada masalah menimpanya

Menunggu menunggu dan menunggu
Itulah yang dapat kulakukan
Dalam diam ku menunggu
Dengan jawaban yang tak terpastikan




Biodata:

ALMUNAlahir di Muara Bakanon (Puruk Cahu) Kab. Murung Raya Kalimantan Tengah, 30 januari 1996. Seorang Mahasiswi di IAIN Antasari Banjarmasin Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) semester IV. Saat ini tinggal di jalan A. Yani kompleks Bina Brata Gang Permata Banjarmasin Timur. FB: Almuna Hur’ain. 





Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter