Pages

Ads 468x60px

Jumat, 13 Mei 2016

MAHDA EMJIE: PLAGIAT KEMBALI MENGGELIAT




Plagiat telah lama diperbincangkan baik di kalangan masyarakat umum maupun kalangan akademik. Namun, beberapa bulan terakhir ini kembali marak diperbincangkan . Apa itu plagiat? Plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Kegiatan ini sangat  merugikan bagi pencipta karya sastra yang karyanya diakui dan orang yang melakukan plagiat biasanya disebut plagiator. Kegiatan ini bisa tidak menutup pada aspek tertentu saja tetapi banyak hal misalkan saja plagiat dalam ide, sebuah lagu, karya ilmiah, dan lain-lain.
Dunia akademik adalah salah satu dunia yang rentan dengan kasus plagiat, karena dalam dunia akademik khususnya kalangan kampus pada era globalisasi ini lebih banyak menuntut mahasiswanya untuk dapat menghasilkan karya ilmiah dengan bekal teori yang didapatkan dan mengaplikasikan dengan keadaan yang sebenarnya terjadi pada lingkungan. Hal ini terkadang membuat mahasiswa melakukan plagiat dengan alasan belum tahu cara mengutip karya ilmiah yang benar. Jika hal ini dilakukan mahasiswa mungkin kita bisa sedikit memahami alasan itu karena ketidaktahuan. Namun, bagaimana jika itu dilakukan seorang akademik di kalangan dosen?
Dunia penulisan Akademik kembali tercoreng setelah  Ibu Ida wati, S.Ag, M.pd dosen fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Patah Palembang menulis sebuah artikel ilmiah dengan judul “Sasta Indonesia : Jejak Sejarah Sastra Modern Dan Kontemporer” yang  dimuat di jurnal Tamadun ( Vol. 14 No. 1 th.2014) milik fakultas tersebut. Belakangan ini artikel ilmiah tersebut diketahui merupakan hasil dari kegiatan plagiat atas esai penulis Kalimantan Selatan Jamal T. Suryanata yang pernah dimuat di majalah sastra Horison Online  pada tanggal 31 januari 2012 dengan tajuk: Sastra Indonesia mutakhir : Jejak Historis dan Estetikanya dan dimuat kembali di portal Jendela Sastra (02 februari 2014).
Bercermin dari kasus di atas kegiatan plagiat sudah kian meresahkan karena oknum  plagiator tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa yang kurang mengerti hukum tetapi juga dari kalangan akademik yang seyogyanya menjadi panutan dalam bertingkah laku. Budaya malu mengakui yang bukan haknya seolah terabaikan, Sungguh ironi memang dunia penulisan yang seharusnya diisi oleh orang-orang kreatif yang mengekspresikan hasil pola pikir dan pengamatannya kini menjadi dunia yang dengan mudah mengambil hak intelektual penulis lain. Tidak ada alasan untuk kita melakukan plagiat karya tulis jika hanya kesulitan membuat karya tulis karena mengutip tulisan orang ada caranya sendiri yang sudah disepakati secara internasional yakni menyebutkan sumbernya diambil dari mana, halaman berapa dan judulnya apa tanpa melakukan  plagiasi.
Plagiat dalam karya tulis  sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan moral dalam dunia akademik karena untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah tidaklah mudah. Karya ilmiah memerlukan teori yang harus dikuasai, kepekaan lingkungan yang tinggi dan analisis-analisis yang perlu ketelitian dan belum lagi waktu dan dana yang  dikeluarkan selama penelitian. Kita tahu bagaimana sulitnya menghasilkan suatu karya ilmiah, lantas apakah kita masih mau melakukan plagiat dengan mengabaikan nurani?
Plagiat tidak hanya merugikan orang lain tetapi juga diri sendiri. Hukum tentang plagiat ini sudah ada, namun sangat disayangkan plagiator tidak memperhatikan ancaman yang bisa menjeratnya seperti yang tercantum dalam  pasal 72 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Mari menekan plagiat yang menggeliat dengan pengetahuan yang bijak. [ ]



Mahda Emjie, lahir dengan nama Mahdalena di Ilung HST, 3 Januri 1987. Menempuh pendidikan di SDN Ilung 2, MTsN Batang Alai Utara, SMAN 2 Barabai yang sekarang menjadi SMAN 4 Barabai, dan S1 STKIP PGRI Banjarmasin jurusan PBSID (Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah). Menggeluti dunia seni dan sastra dengan bergabung di Teater Kita Banjarmasin. Karyanya dimuat antara lain di Antologi Merangkai Damai dan Membuka Cakrawala Menyentuh Fitrah Manusia, Ada Malam Bertabur Bintang, Elegi Rindu Senja di Rumah-Rumah Bagang, dan Kalimantan Selatan: Menolak Untuk Menyerah. Saat ini bekerja di SMAN 1 Satui. Tinggal di jalan Propinsi Km 172 Desa Satui Barat Kec. Satui Kab. Tanah Bumbu Prop. Kalimantan Selatan. Email Imahdaelana345@yahoo.co.id



Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter