Pages

Ads 468x60px

Jumat, 10 Juni 2016

PUISI ALMUNA: SENYUM SENJA


Puisi I
SENYUM


Senyum itu memang sangat terlihat indah
Dengan manisnya dia tersenyum
Bahkan tak satu orangpun yang tau
Senyum itu senyum yang membawa luka

                Andai mereka tau bahwa senyum itu senyum kepalsuan
                Senyumanan itu menipu banyak orang
                Bahkan senyum itu menipu dirinya sendiri
                Agar selalu terlihat bahagia ia selalu tersenyum

Oh senyum...
Aku selalu mengawasimu dari kejauhan
Aku melihat tangisan di senyummu
Aku melihat jeritan di mata indahmu

                Sampai kapan kau akan menipu orang lain
                Apakah sampai ajal menjemputmu
                Atau sampai hati mu tergores lagi
                Atau sampai datang kebahagiaan yang abadi

                 
Banjarmasin, 05 Mei 2016




Puisi II
SENJA


Matahari yang mulai tergelincir
Melabaikan cahaya indahnya
Kini bulan pun tiba dan tersenyum
Dengan ribuan bintang sebagai sandaran

Seperti tak ingin bertemu malam
Lekas ku tutup mata dan ingin mengakhiri semuanya
Aku ingin malam cepat berlalu
Aku tak ingin malam membuat mimpi

Aku tak ingin bermimpi keindahan
Sebab keindahan yang kuinginkan bukalah mimpi
Aku tak mengharapkan senja datang
Sebab harapku selalu ingin siang

Bukan sekedar senja yang menghantarkan malam
Bukan sekedar malam yang menghantarkan tidur
Bukan sekedar tidur yang menghantarkan mimpi
Karena yang kuinginkan adalah kenyataan


Banjarmasin 05 Mei 2016




Puisi III
GEMERLAP MALAM


Cahaya lampu yang berkelap kelip menghiasi malam ini
Ratusan orang duduk santai dikursi panjang
Dengan senangnya mereka bersantai bercanda riang
Tanpa menghiraukan malam apa malam tersebut
Malam yang seharusnya orang-orang muslim disunnahkan beribadah
Namun hanya dianggap malam biasa untuk kesenangan dunia
Sungguh kehidupan malam ini sangat menggugah hati
Mengumbar rasa keingintahuan akan kesenangan yang mereka alami
Ternyata kesenangan itu hanya kesenangan yang semu
Aku amati disekeliling dengan seksama
Mereka terlihat sangat bahagia dengan  canda tawa yang mereka lontarkan
Ada wanita yang bahkan mengisap sebuah rokok yang tak pantas untuk dilihat
Ada banyak lelaki yang berpakaian layaknya wanita
Ada beberapa pasang kekasih yang mengumbar kemesraan
Sungguh miris orang-orang yang berada ditempat ini
Mereka semua terlihat senang namun sebenarnya mereka sedang bersedih
Mereka tertawa sebab mereka akan menangis
Mereka akan menangis sebab penyesalan menanti diakhir


Banjarmasin, 21 Desember 2015




BIODATA
ALMUNA, seorang mahasisiwi di IAIN Antasari Banjarmasin semester 4, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Lahir di Puruk cahu 30 januari 1996. Tinggal di Marabahan, alamat sekarang di pal 4,5 gang permata kelurahan pemurus luar kec.banjarmasin timur. Saya seorang pencinta seni, saat ini saya menjabat sebagai kabid Pengembangan Ilmiah dan Intelektual (PII) disebuah organisasi Sanggar At-ta’dib yang ada di IAIN Antasari Banjarmasin.




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter