Puisi I
SENYUM
Senyum itu memang
sangat terlihat indah
Dengan manisnya dia
tersenyum
Bahkan tak satu
orangpun yang tau
Senyum itu senyum
yang membawa luka
Andai mereka tau bahwa senyum
itu senyum kepalsuan
Senyumanan itu menipu banyak
orang
Bahkan senyum itu menipu dirinya
sendiri
Agar selalu terlihat bahagia ia
selalu tersenyum
Oh senyum...
Aku selalu
mengawasimu dari kejauhan
Aku melihat
tangisan di senyummu
Aku melihat jeritan
di mata indahmu
Sampai kapan kau akan menipu
orang lain
Apakah sampai ajal menjemputmu
Atau sampai hati mu tergores
lagi
Atau sampai datang kebahagiaan yang
abadi
Banjarmasin, 05 Mei
2016
Puisi II
SENJA
Matahari yang mulai tergelincir
Melabaikan cahaya indahnya
Kini bulan pun tiba dan tersenyum
Dengan ribuan bintang sebagai sandaran
Seperti
tak ingin bertemu malam
Lekas
ku tutup mata dan ingin mengakhiri semuanya
Aku
ingin malam cepat berlalu
Aku
tak ingin malam membuat mimpi
Aku
tak ingin bermimpi keindahan
Sebab
keindahan yang kuinginkan bukalah mimpi
Aku
tak mengharapkan senja datang
Sebab
harapku selalu ingin siang
Bukan
sekedar senja yang menghantarkan malam
Bukan
sekedar malam yang menghantarkan tidur
Bukan
sekedar tidur yang menghantarkan mimpi
Karena
yang kuinginkan adalah kenyataan
Banjarmasin 05 Mei 2016
Puisi III
GEMERLAP MALAM
Cahaya lampu yang
berkelap kelip menghiasi malam ini
Ratusan orang duduk
santai dikursi panjang
Dengan senangnya
mereka bersantai bercanda riang
Tanpa menghiraukan
malam apa malam tersebut
Malam yang
seharusnya orang-orang muslim disunnahkan beribadah
Namun hanya
dianggap malam biasa untuk kesenangan dunia
Sungguh kehidupan
malam ini sangat menggugah hati
Mengumbar rasa
keingintahuan akan kesenangan yang mereka alami
Ternyata kesenangan
itu hanya kesenangan yang semu
Aku amati
disekeliling dengan seksama
Mereka terlihat
sangat bahagia dengan canda tawa yang
mereka lontarkan
Ada wanita yang
bahkan mengisap sebuah rokok yang tak pantas untuk dilihat
Ada banyak lelaki
yang berpakaian layaknya wanita
Ada beberapa pasang
kekasih yang mengumbar kemesraan
Sungguh miris
orang-orang yang berada ditempat ini
Mereka semua
terlihat senang namun sebenarnya mereka sedang bersedih
Mereka tertawa
sebab mereka akan menangis
Mereka akan
menangis sebab penyesalan menanti diakhir
Banjarmasin, 21 Desember
2015
BIODATA
ALMUNA, seorang mahasisiwi di IAIN Antasari
Banjarmasin semester 4, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah (PGMI). Lahir di Puruk cahu 30 januari 1996. Tinggal di Marabahan,
alamat sekarang di pal 4,5 gang permata kelurahan pemurus luar kec.banjarmasin
timur. Saya seorang pencinta seni, saat ini saya menjabat sebagai kabid
Pengembangan Ilmiah dan Intelektual (PII) disebuah organisasi Sanggar At-ta’dib
yang ada di IAIN Antasari Banjarmasin.

