Pages

Ads 468x60px

Jumat, 17 Juni 2016

PUISI FIRDAUS AKMAL: SIRAH CERMIN


Puisi I
SIRAH CERMIN


Pada stasiun yang merekam puisimu
Kau berbicara tentang bagaimana rel - rel kereta
Menerima gesekan yang bising di kuping

Aku mengingat mobil - mobil kota
yang terekam teater - teaternya
Yang membawa selokan dan mimpi - mimpi yang belum kelar
Dalam perjamuan bulu merak yang begitu sahda

Oh,
Membaca ini adalah jalan yang begitu kota
Dimana bedil - bedil kau potret
Dan peluh nelangsa begitu lilin

Pada kalimat yang paling isyarat
Merapikan kemeja - kemeja peradaban
Duduk bersebelahan dengan sawah
Yang membuatmu bersitahan
Membekukan tangan dingin di muka kaswah


Semarang, 15 April 2016




Puisi II
SIRAH CENGKEH


Cengkeh ke atas getas menetas menuju gelas : Silinder itu
Aroma natural yang kental menyiapkan adegan tumbang
Dan inilah yang dulu diperkenalkan Soekarno pada rapat – rapat meja bola bumi

Bahwa bukan segala, namun beberapa yang retas adalah isyarat penebas : Berita itu
Bantal yang kenyal jangan sampai terlalu kental meneteskan malam yang tetek-nya melarutkan istirah bayi

Pada berita telivisi, atas segala kegamangan buku – buku yang menjadi peluru
Di ambang pagi dan mimpi segala sirah mempertanyakan pertanyaan – pertanyaan selokan

Ada yang berdalih pada segala yang terkatup semestinya terbuka bila sengat mentari mulai rekah
Ada yang menitipkan perih pada segala yang mengaku di-perih-kan padanya cerita-berita yang luka – luka
Ada  yang melantunkan gamang dengan nada mayor di mana ruang panggung ini semacam orkestra abstrak dengan neon – neon yang mulai temaram
Oh, puisi yang malam
Temaram dalam makam
Semoga do’a memafkan segala
Adakah kita membaca bahwa jabat tangan lebih megah membangun langit dibanding membakar gedung yang menerima sampah sangit.


Semarang, 15 Mei 2016




Puisi III
SAJAK PAGAR


Hujan menjelma bayi – bayi tanpa dosa
disilsilahi mimpi yang diperkosa
Langit memerdu kidung nirsuara
sirah yang begitu permata menziarahi karut kemarau
Di bandara cuaca
Sepi – sepi kerontang menerima langit yang berguguran
Api basi lepas landas menjelma udara pertanyaan - pertanyaan

Semarang, 26 April 2016




BIODATA:
Firdaus Akmal, lahir di Pekalongan 11 Oktober. Mahasiswa S1 Pendidikan IPS UNNES. Pernah menjuarai beberapa puisi nasional.




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter