Puisi
I
PENGISI TEMBANG PUISI
Aku tak berharap kau mengisi tembang-tembang
dalam akar puisi ini.
Namun
setidaknya, kau telah berhasil menemukan kunci peti imaji, yang selama ini
terbungkam dalam sepi.
Frasa-frasa selalu melimbai di benakku, hanya
kala aku melihatmu.
Meraba, menggelitik, mengeja kebersamaan kita
pada waktu.
Aish!
Tak mampu kuelak rona semerah saga di pipi
ini. Langit seakan berlayar miring, tak butuh bulan.
Cukup kita saja di belantara awan, cinta
sebagai bintangnya.
Seoul,
17 Maret 2016
Puisi
II
PERTENGKARAN SENJA
Purnama seakan menelanku.
"Kita bukan beda, namun ini benar-benar
persimpangan."
Tuhan, garis yang Engkau mainkan dalam dawai
angin kini menjadi badai, kemudian kami lempar bersama.
Kamu tahu ...
Tegaknya niat yang terlukis dalam hatiku, tak
terganti oleh intan sekali pun. Keseriusan terantai pada waktu tiap-tiap
kamu-ku menjadi kita.
"Aku bukan orang baik. Aku mau
itu."
Salahkah aku menyimpan itu sebagai kristal
yang kupendam dalam peti?
Entahlah. Aku jauh dari matamu.
Semalam kupikir pena ini telah menemukan
tutupnya yang telah lama hilang. Tak sama, tapi saling melengkapi. Lagi-lagi
... Ketika langit merah saga.
Akankah kau membenciku juga, senja?
Paris,
11 Mei 2016
Puisi
II
LANGIT MERAH SAGA
*sebagai penutup kita
Aku terkepung dalam badai yang kau lempar
bersama petir.
Meski raga tak mampu menghela diri untuk
karam di tepian duri, sebab lautan telah kehilangan riang.
Sejak aksara melepuh, kali kutambatkan kasih
di tiap tiap kita.
Namun bait masih mengakar kekar pada palung
hati.
Kutahu, waktu telah mengubur khayalanku di
langit merah saga.
Paris,
9 Mei 2016/09.31
BIODATA
L
Fara Cece Lucina lahir 19 tahun yang lalu, beberapa Penerbit
Mayor dan Indie khilaf menerbitkan karyanya. Never give up! Fighting! Just do the best. Talk Less, Do More. Bisa
dihubungi melalui email: fcece95@gmail.com, Facebook: L-Fara Cece Lucina, Fanspage: L Fara Cece
Lucina, Twitter: @fcece95, atau Instagram: @lflucinacece97. http://leventorganizer.wordpress.com atau http://lucinacece.blogspot.com.

