Pages

Ads 468x60px

Selasa, 26 Juli 2016

ERSABANA: SANG PENCINTA YANG DERMAWAN


Sobat Reader, andai kamu mendapat suatu ‘bocoran rahasia’ tentang orang-orang yang masuk surga, dan kamu masuk dalam dalam daftar orang itu, gimana perasaan kamu? Pasti luar biasa senangnya, kan?  Tapi, mungkin kah itu? Kalau sekarang mah impossible. Kagak mungkin! Kalau doeloe?
Nabi Muhammad SAW pernah nyebutin Top Ten orang yang masuk surga. Salah satu orangnya adalah Thalhah bin Ubaidillah. Pernah dengar atau baca kisahnya? Amal apa sih yang membuat Sahabat ini menjadi orang yang terpilih? Di antaranya adalah pengorbanannya yang besar dalam cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, disamping kedermawanannya yang amat sangat.
Stay tuned, here is the story.  Cekidot!!!
Ketika posisi kaum muslimin terjepit, kocar kacir, karena pasukan pemanah meninggalkan posisi strategisnya di bukit Uhud. Thalhah memperhatikan daerah peperangan tempat Rasulullah berdiri. Dilihatnya Rasulullah menjadi sasaran empuk serbuan pasukan Quraisy. Maka ia dengan cepat segera ke arah Rasul. Thalhah terus maju menebas jalan yang walau pendek terasa panjan. Setiap jengkal jalan dihadang puluhan pedang yang bersilang dan tombak yang mencari mangsa.
Ketika dilihatnya Rasulullah beralih ke pinggir menghindari serangan, Thalhah berkata:  “Ya Nabiyullah, demi bapak dan ibuku jangan minggir nanti orang-orang akan mengenaimu. Biar aku yang berkorban, jangan engkau.” (Muttafaq ‘alaih).  Ia melompat ke arah Rasulullah yang tubuhnya sudah berdarah. Dipeluknya tubuh baginda dengan tangan kiri dan dadanya, mengundurkan diri mencari tempat yang aman. Sementara pedang yang ada ditangan kanan diayunin ke arah lawan yang mengelilingi.
Alhamdulillah, Rasulullah selamat walaupun dalam keadaan menderita luka-luka. Baginda dipapah oleh Thalhah menaiki bukit yang ada di ujung medan pertempuran. Tangan, tubuh dan kaki beliau diciumi oleh Thalhah seraya berkata, “Aku tebus engkau ya Rasulallah dengan ayah ibuku.”
Ada lebih dari 70 luka bekas tombak, pedang, dan panah di tubuhnya, serta jari tangannya putus. Diceritain, tangannya bahkan kemudian jadi lumpuh karena peristiwa ini.  
Disamping keberaniannya, Thalhah juga seorang hartawan dengan harta berlimpah. Seorang dermawan yang menginfakkan hartanya tanpa batas. Istrinya pernah bercerita: “Suatu hari saya menemukan Thalhah berduka cita. Saya bertanya, “Ada apa dengan kanda?”
“Uang yang ada padaku ini semakin banyak sehingga memusingkan aku.”  Jawabnya.
“Tidak jadi soal, bagi-bagikanlah,” saranku.
Ia lalu berdiri memanggil orang banyak, membaginya hingga tidak ada yang tersisa walau satu dirham pun”
Subhaanallaah!
Pernah juga suatu saat ia menjual sebidang tanah dengan harga yang tinggi, maka dilihatnya tumpukan harta, lalu menangislah ia dan berkata, “Sungguh, bila seseorang dibebani mengalami harta demikian banyak dan tidak tahu apa yang akan terjadi, pasti akan mengganggu ketenteraman ibadah kepada Allah!”
Maka kemudian dipanggilnya sahabat-sahabatnya dan mereka keliling kota Madinah membagikan harta tersebut hingga menjelang subuh dan suksess … abis tanpa sisa!  Ck...ck...ck!!! Adakah orang seperti itu di sini saat ini?
Reader, bisa kah kita mencontoh Thalhah ini? Mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari segalanya. Allah Swt berfirman: “Katakanlah, jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri ,kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dari (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.  Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik” (TQS At Taubah (9) : 24) [*]



Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter