Puisi I
DOA
Dalam
Oh, rasa yang apa?
Ada teraba
D.
O.
A.
Dengan kedua belah
tangan ini
Oleh-oleh hati
Aku kirim
kepada-Mu
D
O
A
Dikaulah Yang Maha
Tinggi
Orang macam aku
ini...
Apalah daya,
selain memohon... meminta...
d
o
a
DOA
!
Banjarmasin, Lupa-Mei-2015
(Pernah dimuat Kakilangit, sisipan majalah Horison edisi November 2015)
Puisi II
MALAM
Kuseduh malam, kuseduh
Kutuang dalam cangkir kaca doaku
Mengepul panasnya, mengepul
Membubung harum membelai kalbu
Banjarmasin, 9 Mei
2015
(Pernah dimuat
Kakilangit, sisipan majalah Horison edisi November 2015)
Puisi III
GERIMIS DINIHARI
Gerimis dinihari
menjamah helai rambut bidadari
merajutnya menjadi selimut
yang dingin
dan gigil
Gerimis dinihari
menikam tajam lebam bumi
menggenangi duka
dengan petala kabut
membasuh nyeri
Gerimis dinihari
mengetuk lirih kalbuku
berkata:
“akulah sang mendung
yang pecah berjuta luka
menjelma kelambu hujan
dan bumikah tempat terkulaiku?”
Gerimis dinihari
berhenti mengaduh luka
menjelma genangan kering
pada tengah hari
pergi
jauh
tinggi
ke langit
kembali . . .
Banjarmasin, 18
Mei 2015
(Pernah dimuat
Kakilangit, sisipan majalah Horison edisi November 2015)
Biodata
Nur Ahmad Fauzi FM (nama pena dari Ahmad Fauzi),
lahir di Banjarmasin, 28 Juni 1999. Saat ini tengah bersekolah di SMA Negeri 1
Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bercita-cita menjadi penulis cerita horor.

