Puisi I
PRAKATA
PENYAIR
/1/. poros
makna dalam selembar kertas # ialah puisi yang meluncur bebas
tidak ada puisi yang mendustai fakta #
tanpa penyair di sisinya
/2/.
panjangnya napas mengejar rima # di antara deretan makna,
penyair rela berdiam lama # demi
larik-larik yang berdaya
/3/. jutaan
puisi # menentramkan jutaan hati
dari masa ke masa ia berdiri # meski sang
penyair telah mati
/4/. hari
ketika anak-anak kata berbahagia #di saat kelahiran mereka dirayakan bersama
anakku, mas la, menyukai puisi # karena
di matanya puisi mencintai dengan hati
/5/.
tajamnya puisi mampu menebas rezim kekuasaan seketika # penyair genggam revolusi kekuatan dunia
/6/. di
surga sesungguhnya # puisi melengkapi nikmat kita
di dunia nyata # puisi mengajarkan kita
/7/.
kelembutan arti ada pada keserasian bait puisi # bait puisi yang menyepi
panggung pujangga hening seketika #
setelah puisi meninggalkan dirinya
Puisi II
NASIB
memunguti jatah rezeki dari kantong -tuan kapital
mereka menjemput fajar dengan mengayuh sepeda
menyusuri jejalan rusak demi keluarga di rumah
mereka menjemput fajar dengan mengayuh sepeda
menyusuri jejalan rusak demi keluarga di rumah
mereka menambal nasib dengan telapak tangan
yang mengelupas diterjang bara perjalanan
setiap mereka akan memulai dan mengakhiri pekerjaan
yang mengelupas diterjang bara perjalanan
setiap mereka akan memulai dan mengakhiri pekerjaan
mereka membawa bungkusan hasil menukar keringat
mereka membawa cerita sehabis isya menegak
mereka mengajak keluarga menjaga syukur nikmat
mereka membawa cerita sehabis isya menegak
mereka mengajak keluarga menjaga syukur nikmat
Puisi III
NEGERI SENDIRI
kita sendiri mencari jati diri
yang melepas dari
jantung ibu pertiwi
kita sendiri menemukan
tulang tulang kematian
setelah pembantaian para penguasa
menyayat perih ibu
pertiwi
kita sendiri yang merasa bahagia
ketika duka
menghantam raga raga tak bersalah
sebab duka tak mengena pada penguasa
kita sendiri yang menganggap
negeri sendiri seperti hostel murah yang bisa kita kotori
dan tak perlu
memberesi sendiri.
BIODATA:
Bagus Setyoko Purwo, tinggal di Babelan Town, kab.Bekasi, berkegiatan sastra di
Forum Sastra Bekasi, Bekasi, Jawa Barat dan bergabung di KampusFiksi Non Fiksi,
Yogyakarta, mengajar di SMK Ananda, Bekasi Timur, STIE Kalpataru, Cileungsi,
kab. Bogor, STIE Indonesia, Jakarta.

