Pages

Ads 468x60px

Rabu, 21 September 2016

PUISI BAGUS SETYOKO PURWO: NASIB NEGERI SENDIRI


Puisi I
PRAKATA PENYAIR

/1/. poros makna dalam selembar kertas # ialah puisi yang meluncur bebas 
      tidak ada puisi yang mendustai fakta # tanpa penyair di sisinya

/2/. panjangnya napas mengejar rima # di antara deretan makna,
      penyair rela berdiam lama # demi larik-larik yang berdaya

/3/. jutaan puisi # menentramkan jutaan hati
     dari masa ke masa ia berdiri # meski sang penyair telah mati

/4/. hari ketika anak-anak kata berbahagia #di saat kelahiran mereka dirayakan bersama
      anakku, mas la, menyukai puisi # karena di matanya puisi mencintai dengan hati

/5/. tajamnya puisi mampu menebas rezim kekuasaan seketika # penyair genggam   revolusi kekuatan dunia

/6/. di surga sesungguhnya # puisi melengkapi nikmat kita
      di dunia nyata # puisi mengajarkan kita

/7/. kelembutan arti ada pada keserasian bait puisi # bait puisi yang menyepi
      panggung pujangga hening seketika # setelah puisi meninggalkan dirinya




Puisi II
NASIB

memunguti jatah rezeki dari kantong -tuan kapital
mereka menjemput fajar dengan mengayuh sepeda
menyusuri jejalan rusak demi keluarga di rumah

mereka menambal nasib dengan telapak tangan
yang mengelupas diterjang bara perjalanan
setiap mereka akan memulai dan mengakhiri pekerjaan

mereka membawa bungkusan hasil menukar keringat
mereka membawa cerita sehabis isya menegak
mereka mengajak keluarga menjaga syukur nikmat




Puisi III
NEGERI SENDIRI

kita sendiri mencari jati diri
yang melepas dari
 jantung ibu pertiwi

kita sendiri menemukan
tulang tulang kematian
setelah pembantaian para penguasa
 menyayat perih ibu pertiwi

kita sendiri yang merasa bahagia
 ketika duka menghantam raga raga tak bersalah
sebab duka tak mengena pada penguasa

kita sendiri yang menganggap
negeri sendiri seperti hostel murah yang bisa kita kotori
 dan tak perlu memberesi sendiri.



BIODATA:
Bagus Setyoko Purwo, tinggal di Babelan Town, kab.Bekasi, berkegiatan sastra di Forum Sastra Bekasi, Bekasi, Jawa Barat dan bergabung di KampusFiksi Non Fiksi, Yogyakarta, mengajar di SMK Ananda, Bekasi Timur, STIE Kalpataru, Cileungsi, kab. Bogor, STIE Indonesia, Jakarta.




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter