Pages

Ads 468x60px

Jumat, 07 Oktober 2016

HASBE: SANGU


Pada suatu hari Ruspandi dan Rahimah, sepasang suami-istri merasa beruntung sekali bisa menunaikan ibadah haji, setelah menyisihkn uang gaji sebagai PNS dan guru mengaji selama 20 tahun.
Hari berangkat sudah diketahui, tepatnya seminggu lagi. Kedua suami istri itu nampak tenang-tenang saja. Berbeda dengan pasangan lainnya yang juga akan berangkat haji yang rata-rata sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk bekal di perjalanan. Misal Udin, telah menyiapkan pakasam buat makan, Ubaidillah menyiapkan iwak rabuk dari haruan, Juhai menyiapkan mandai wan iwak talang, Julak Ami menyiapkan wadi papuyu wan hintalo bajaruk.
Keberangkatan pun tiba. Nasib naas menimpa kawan-kawan Ruspandi yang telah mempersiapkan bawaan ke Tanah Suci sebab petugas melarang membawa barang-barang bawaan yang merepotkan apalagi yang menimbulkan bau "aneh", seperti pakasam dan wadi.
"Barang-barang di tasmu tidak ada yang ditinggal petugas?" tanya Pembimbing Ibadah kepada Ruspandi.
"Tidak. Sebab kami memang tidak membawa apa-apa," ucap Ruspandi.
"Betul, Pak," timpal istri Ruspandi. "Kata suami saya, kita membawa bekal ilmu manasik haji saja semantapnya agar memperoleh haji mabrur," lanjutnya.
Petugas geleng-geleng kepala, lalu berdecak kagum. "Itu cara yang sangat tepat, sebab semua keperluan jamaah sudah dipersiapkan pemerintah, termasuk soal makanan dan keperluan sehari-hari," ucap petugas.
"....Wa tazawwaduu, fainna khhairazzadittaqwa. Wattaquuuniya ulil albab. (Berbekallah secukupnya, sebaik-baik bekal adalah taqwa. Bertakwalah kpd-Ku hai orang yang cerdas.)" ujar Petugas mengutip Ayat Qur'an: 2 : 197.

Note: Sangu = Bekal

Ditulis oleh Hasbi Salim


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter