Puisi I
TANAH RANTAU
Tanah rantau, muara segala
kesibukan
Sejauh mata memandang
Pabrik-pabrik berjajar rapi
Orang-orang pergi dan kembali
Terburu-buru menikmati hari
Semestinya dikhidmati
Tanah rantau, nasib kerap
terbolak-balik
Menggenggam masa depan,
melepas kampung halaman
Harapan seringkali
diputarulang
Menumbuhkan gemuruh di rongga
dada
Menyimpan peluh keringat dalam
ingatan di kepala
Suatu waktu pasti tiba
Masa lalu meminum derita, air
mata menjadi saksi cerita
Berganti masa depan ceria,
dijejali tawa
Blitar,
2016
Puisi II
LAHIR DARI BUNGA MAWAR
aku lahir dari semerbak bunga mawar
yang tumbuh di kebun kepayang
saban pagi aromaku yang mewangi
berdebar-debar
dikelilingi kerumunan kumbang
yang silih berganti berdatangan
aku lahir dari semerbak bunga mawar
yang berkembangbiak di gembur tanah air
mata
saban pagi aromaku kerapkali berkirim
kabar
bagi setiap yang jatuh cinta
Blitar, 2015
Puisi III
PADA KERETA PENATARAN
pada sebuah kereta penataran,
kita usai menaruh harapan
meletakkan doa-doa panjang di
sepanjang rel yang terbentang
sesekali sepasang mata
mengintip dari kabut yang menyebar
menerka sebuah jalan yang tak
terlacak pandangan
pagi belum matang seutuhnya,
gigilnya menyerbu rongga badan
dan kita pun khusyuk
membungkus tubuh
sambil menghitung embun yang
berjajar rapi
di jendela kaca kereta
sementara peluit panjang
mengabarkan keberangkatan
mengejar fajar yang mengintip
dari balik gerbang langit
gema azan pun saling
bersahutan
melambaikan tangan pada
kampung yang telah jauh di belakang
pada sebuah kereta penataran,
kita menciptakan percakapan
yang bertubi-tubi datang dari
mulut yang menggigil
perjalanan masih mengukur
jarak yang jauh
kita mesti terlelap dalam
sirine kereta berurutan
dalam lingkaran udara yang berputar-putar
Blitar,
2015
Biodata:
Alfa Anisa adalah nama pena dari Anisa Alfi Nur Fadilah. Lahir di Blitar, 28 Maret 1995. Mahasiswa program ilmu komunikasi di Universitas Islam Balitar, saat ini aktif bergiat di komunitas sastra Hangudi di Bumi Bung
Karno Blitar. Bisa dihubungi di akun facebook Alfa Anisa.

