Puisi I
BILA
MENCINTAIMU INDAH
: dalam kuasaMu
bila mencintaimu indah
tak mungkin aku berpaling pada bintang
yang menghias di kala malammalam pekat
kembali ke peraduan
#
bila mencintaimu indah
tak mungkin aku tergoda pada senja
yang selalu menemani dikala burungburung
prejak
kembali ke sarangnya
#
pun dengan purnama yang selalu menghias
di angkasa biru
saat aku sedang merindu
aku tak akan berani mengadu padanya
#
dan bila mencintaimu indah
aku berjanji akan selalu menyebut namamu
seperti kau menyebut namaNya
dalam sujud panjangmu di sepertiga malam
#
dan aku akan membawakanmu sepecuk surat
yang tertulis namamu di sana
lalu aku bertanya padamu, “apakah kau bahagia
bertemu padaku?”
saat itu bumi pun berhenti pada rotasiNya
Puisi II
MATAKU,
MATAMU DAN MATAMATA KITA
: teruntuk
seseorang yang kupuja nanti
Cinta itu berasal dari mata langsung ke hati
Begitulah tamsil yang ada kini
Semua menyuarakan apaapa yang dirasai
Sambil menyusuri mozaikmozaik yang sempat
terhempas ke bumi
Lalu menyusunnya menjadi talimenali
Agar membentuk sebuah harmonisasi
Dan kita pautkan ke di dindingdinding hakiki
Supaya terlihat jika mata ini milik bersama
yang harus kita jagai!
Puisi III
CINTA DALAM
ILUSI
seperti Tuhan dalam ceritacerita fiksi aku
dilakonkan
dihidup-dimatikan menurut alur yang sudah
disatukan
aku harus berganti-ganti apa yang kuperankan
walaupun dari cerita itu aku harus menerima kesedihan, kepedihan
dan ketidakadilan
karena itulah cerita yang harus kutuliskan
begitupun cinta yang haruskusematkan tanpa
ada akhiran
:sebab tanda titik sudah menghentikan
perjalanan
yang kuceritakan!
Biodata
Kak Ian,
bekerja sebagai pengajar Jurnalistik tingkat sekolah dan bergiat di komunitas
Pembatas Buku Jakata. Sekarang berdomisili di Jakarta. Cerpen, cernak, puisi
dan artikelnya telah dimuat di berbagai surat kabar lokal dan nasional.
Beberapa kali memenangkan lomba menulis cerpen, cerita anak, artikel/opini dan
puisi.
