Pages

Ads 468x60px

Jumat, 14 Oktober 2016

PUISI LAILATUN NAZIFAH: SEGENGGAM DOA MALAM


Puisi I
SEGENGGAM DOA

Menggenggam sebuah doa yang diutus dari kejauhan
Dan karena berdebu oleh dosa
Rel kencana tergenang banjir semalam
Aku menengadah ke langit
Berarak awan menerbangkan sebuah kerinduan
Yang menyeruput kehangatan pada segelas cappucino di pelataran maghrib
Masih dengan segenggam doa dari setahun silam
Aku meraba pagar besi yang menyisiri sepaket impian kebahagiaan
Belum ingin kulupakan apalagi kulemparkan
Kini jauh telah menggelayut
Kabut menyelimut
Dan senyum semakin hanyut
Di sini
Masih dan akan tetap seperti itu
Menggenggamnya erat
Sampai denyut nadi ini melemah
Karena aku...
Percaya


Borneo, 22 Januari 2013




Puisi II
KEPADA MALAM

Kepada malam
kuserahkan siangku yang gelisah
Kulabuhkan sekelumit simpul hati
Kuhancurkan baja keterasingan diri
Menelan damai di hiruk pikuk perjalanan
Yang telah bersatu lebur dalam nampan kehidupan
Menyuguhkan bermacam nutrisi dan pelepas dahaga
Kepada malam
Kusaljukan bara dari segumpal darah di sudut jantung itu
Membius sadar yang belum tersadarkan
Kepadanya kunyanyikan alunan bahagia
Undang kerlingan gemintang
Dari kanvas hitam Sang Pemilik Cinta
Indah
Tenang
Menghanyutkan
Dialah malamku
Sebuah ruang gerak untuk segala yang bernama hati
Sebuah muara tuk telusuri jejak matahari


Batavia, 25 April 2010




Puisi III
TANYA

Apa kabar hati?
Masihkah basah dengan rindu yang mengunggun?
Ataukah gersang karena debu gurun?
Rimba berkecamuk di bibir jarak nan menuntun
Apa riak mentari?
Adakah hangat dengan segelas es teh manis?
Ataukah gigil merangkum cemburu nan mengikis?
Gemuruh rindu hati kian meringis
Di balik jendela kaca
Pada sebingkai bayang wajah, pernah terpatri sebuah 'azzam
Sepasang senyum erat menggenggam
Lantas kemudian,
Kelam menyulam membisikkan alam melafazkan kalam
Pada apa kusandarkan sekelumit benang ini?
Dengan apa kurekatkan niat ini?
Jika diammu lebih mengicaukan sesuatu yang ingin kau tutupi
Demi sedetik angin musim semi
Yang kau harap bisa berhembus di bumi berselimut salju abadi
Dan meski tanya meraja
Aku menjagamu dengan selaksa do'a


Borneo, 23 April 2013



BIODATA:
Lailatun Nazifah. Kelahiran 1989, suka menulis puisi di saat tak terduga. Sekarang aktif mengajar B. Arab di salah satu pondok pesantren di kab. Hulu Sungai Tengah.




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter