Pages

Ads 468x60px

Selasa, 01 November 2016

miRRor: MUDA FOYA-FOYA, TUA KAYA RAYA, MATI MASUK SURGA


Pas baca judulnya, enak banget ya! Berasa anak muda banget. Tentunya juga akan jadi orang paling bahagia dan paling beruntung dah. Tapi, emang mungkin motto itu bisa terjadi di kehidupannya nyata, juga kita? Entahlah….
Pada kesempatan kali ini, miRRor ingin berbagi kisah tentang seorang milyader, saudagar, yang termasuk dalam 10 besar yang dikabarkan masuk surga oleh Rasulullah saw. Nama beliau adalah Abdul Amr. Setelah keislamannya, beliau lebih dikenal dengan nama Abdurrahman bin Auf. Mm… sudah ada yang tau dengan kisah ini? Jika sudah tau, diam aja ya. Beri kesempatan yang belum tau untuk mencari tau.
Memang, apa keistimewaan Abdurrahman bin Auf?
Mari disimak kisah………

Sebagaimana Sahabat Rasulullah yang lainnya, Abdurrahman bin Auf berhijrah ke Madinah tanpa bisa membawa hartanya yang banyak. Tiba di Madinah, oleh Rasulullah kaum Muhajirin (dari Mekkah) ini dipersaudarakan dengan kaum Anshar (penduduk Madinah). Abdurrahman bin Auf dapat saudara angkat bernama Sa’ad bin Rabi’.
Ketika itu, Saad berkata pada Abdurrahman, “Aku orang terkaya di Madinah. Kamu boleh ambil separuh hartaku. Aku punya istri dua, silakan kamu pilih seorang yang kamu suka untuk dikawini, nanti akan kuceraikan.”
Wah, bagi orang awan kayak kita, aji mumpung sekali ya. Tapi, Abdurrahman bin Auf bukanlah orang yang seperti itu. Ia justru menjawab, “Semoga Allah memberkati keluargamu dan hartamu. Tunjukkan saja aku letak pasar agar aku dapat berniaga.”
Abdurrahman pun dibawa ke pasar. Ia mulai berniaga dan mendapat banyak keuntungan.
Suatu ketika, tiba kafilah dagang di Madinah, terdiri dari 700 kendaraan (onta). Masyarakat terkesima dengan kedatangan kafilah besar tersebut. Aisyah ra. yang keluar rumah saat itu teringat dengan sabda Rasul, “Kulihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.
Setelah mendengar sabda Rasul tersebut, Abdurrahman bin Auf berkata pada Aisyah ra., “Anda telah mengingatkan saya suatu hadits yang tak pernah saya lupakan. Dengan ini saya sangat berharap Anda berkenan menjadi saksi bahwa kafilah ini dengan segala isinya, kendaraan dan perlengkapannya, aku sumbangkan di jalan Allah.”
Pada suatu hari yang lain, Abdurrahman bin Auf juga pernah menjual tanah seharga 40.000 dinar (berapa rupiah ya?), kemudian uang tersebut ia bagikan pada keluarganya di Bani Zuhrah, istri-istri Nabi, dan fakir miskin.
Di lain hari lagi, beliau menyerahkan 500 ekor kuda untuk perlengkapan pasukan Islam. Dan di hari lainnya lagi beliau menyumbangkan 1500 ekor kuda. Bahkan, menjelang beliau wafat, beliau mewasiatan 50.000 dinar untuk di jalan Allah, serta 400 dinar kepada setiap orang yang ikut berperang di perang Badar dan masih hidup, sampai-sampai Utsman bin Affan yang tergolong kaya pun mendapat bagian tersebut.
Dalam riwayat lain, Abdurrahman bin Auf juga pernah menyumbangkan 2.000 dirham untuk biaya pasukan. Pada saat perang Tabuk, sumbangan beliau berupa 200 uqiyah emas. Bayangkan, Sobat! Luar biasa, bukan?!
Begitulah Abdurrahman bin Auf, kekayaannya yang melimpah tak sedikitpun membuat beliau sombong dan takabur. Sampai-sampai dikatakan orang, “Seandainya seorang asing yang belum pernah mengenalnya, kebetulan melihatnya sedang duduk bersama pelayan-pelayannya, niscaya ia tak akan sanggup membedakannya di antara mereka.”
Kisah ini tentu bukan bermaksud untuk memamerkan sedekah beliau, tapi untuk kita jadikan pelajaran bahwa kekayaan bukanlah segalanya. Dan tentu saja, beliau tidak hanya terkenal dengan kekayaan dan kedermawanannya saja. Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa terdapat 20 bekas luka di tubuh beliau, bahkan salah satu luka tersebut membuat beliau pincang. Demikian pula beberapa gigi beliau yang rontok sehingga menyebabkan kecadelan dalan berbicara. Semua itu adalah tanda jasa beliau dalam perang Uhud.
Ya, itulah Abdurrahman bin Auf: mudan gak foya-foya, tua kaya raya, dan mati dijamin masuk surga. [ ]




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Statistik Pengunjung

Flag Counter