Puisi I
SAJAK KERINDUAN
Kisah itu berawal dari pertemuan
Bukan….
Pertemuan bukanlah awal . .
Pertemuan adalah kerinduan
Dan kini tinggal pilu
Merasuk ke tulang hingga ubun-ubunku
Wonogiri, 9 Mei 2016
Pernah dipublikasikan di
Antologi Puisi “BAPER” yang diterbitkan Bebook Publisher.
Puisi II
LELAKI
TUA
Wajah itu memandang ke arah riuhnya pepohonan
Entah melamunkan apa
Setiap daun berguguran tak luput dari matanya
Bagaikan onggokan batu
Duduk termenung kaku,
Di emperan rumahnya yang lusuh, tak terawat
Wajah itu masih memandang ke pepohonan
Berharap ada sosok datang, dari balik keriuhan,
mungkin
Pria itu tak lagi muda
Keriput jelas tergambar dipipinya
Entah mantra apa,
Yang membuat dirinya setiap hari termenung
Kaku …
Ahhh … sudahlah
Lelaki tua memang selalu merindukan masa mudanya
(Wonogiri, 26 Maret
2016)
Puisi III
SECANGKIR KOPI KERINDUAN
Pagi itu datang
menggelayut
Entah bermimpi apa aku
semalam
Tiba-tiba saja aku
mencium aroma,
Aroma yang pernah ku
kenal
Aku lalu membuka mata
Melihat rinai mentari
nan anggun
Itu adalah sosok mu
Yang perlahan mulai
menyadarkanku
Aku perlahan menuju
aroma itu
Merasakan kembali sosok
mu
Kopi ini mengingatkanku
Pada kerinduan yang
sudah mulai usang
Setiap kucecap kopinya
Aku merasakan pengalaman
yang berbeda
Namun terlalu banyak
pilu
Menggelayut semu
Wonogiri, 20 Juni 2016
BIODATA
Novy Eko Permono berdomisili di kaki gunung Gandul Wonogiri.
Gemar bermain ping pong dan terkadang menulis puisi. Saat ini aktif sebagai
koordinator Ikatan Jomblo Nusantara Cabang Wonogiri. Dapat disapa via email: novyekop@gmail.com, fb: novy eko permono.


Keren ki
BalasHapusMonggo di sruput mumpung masih hangat.
BalasHapusMayan kwe nop. πππ
Hapusterimakasih tuan tanah, syudah berkenan mampir dan membaca
HapusMenurut saya
BalasHapusPuisi 1 kata "merasuk" saya kira kurang pas dan mengena diksinya..
Maaf atas komentarnya. Hehehe.. setiap penyair berpendapat berbeda beda..
owh iyah man,terima kasih buat masukannya.
Hapusyen menurutmu yang pas apah ??
It's amazing pak
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapusterima kasih sudah menyempatkan membaca joko, aku tunggu puisi mu yak
Hapus